banner 728x250

Dituding Tak Berpihak, Jelang Hari Buruh Internasional KSPI Gerudug Istana

  • Bagikan
banner 468x60

Dianggap tak berpihak pada kepentingan rakyat, ribuan buruh yang terhimpun dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan turun ke jalan mengepung Istana, dihari buruh Internasional atau May Day 1 Mei 2017 mendatang.

Pemerintahan Jokowi dinilai oleh buruh tidak pro terhadap orang kecil, sebab setiap kebijakan yang diambil tidak berpihak pada orang kecil termasuk buruh. Demikian disampaikan, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal dalam keteranga persnya kepada wartawan, Jumat (21/04), di Jakarta.

banner 336x280

“Ada tiga(3) kebijakan jokowi yang tidak pro terhadap buruh diantaranya : (1) menetapkan Peraturan Pemerintah No 78/ 2015  yang membatasi  kenaikan  upah. (2) mengeluarkan kebijakan pemagangan berkedok pendidikan, dimana orang yang bekerja hanya dikasih uang saku, (3) menetapkan PP no 45/2015 yakni  nominal iuran dan besaran manfaat jaminan pensiun yang sangat kecil.” ujar, Said Iqbal.

Aksi ini tambah Said, cermin dari kepedulian dan keseriusan buruh Indonesia dalam memperjuangkan perubahan ke arah lebih baik. Selain di Jakarta, aksi buruh serentak akan digelar di berbagai Provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara , Kepulauan Riau, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, Kalimantan Selatan, dan sebagainya.

“Di Jakarta, selain aksi dan orasi, juga diadakan pagelaran rakyat dan buruh. Seperti marching band, pembacaan puisi, teatrikal buruh, lagu lagu perjuangan, dsb. “Aksi ini akan dilakukan bersama-sama antara KSPI dan KPBI,” tambah Said.

Sebagaimana informasi yang dihimpun wartawan, kali ini Tema besar yang akan diangkat Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia dan buruh Indonesia dalam aksi May Day tahun ini adalah HOSJATUM.

(HOS) singkatan dari Hapuskan Outsourcing dan pemagangan. Menurut Iqbal sistem kerja outsourcing, apalagi sekarang ditambah dengan pemagangan, sejatinya adalah praktek perbudakan modern yang tidak memberikan kepastian kerja dan masa depan bagi kaum buruh. Oleh karena itu, sistem kerja eksploitatif seperti ini harus dihapuskan.

Baca juga :  Pengamanan Ibadah Minggu Digereja Oleh Sat Sabhara

(JA) adalah Jaminan Sosial. Terkait jaminan sosial, KSPI dan buruh Indonesia menuntut Jaminan Kesehatan gratis untuk seluruh rakyat. Dengan kata lain, jaminan kesehatan dibiayai oleh negara melalui APBN. Lebih lanjut Iqbal menegaskan, perjuangan jaminan sosial ini merupakan dedikasi buruh untuk rakyat.

(TUM) adalah Tolak Upah Murah. Dalam hal ini buruh menuntut cabut PP 78/2015 dan berikan upah layak.

Editor : Deni Iskandar

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *