oleh

Ketum PB HMI Tuding Hukum Di Indonesia Timpang dan Lemah

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Ketau Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, Mulyadi P Tamsir menilai supermasi hukum di Indonesia masih timpang dan lemah, hal itu dia sampaikan saat menyoroti kasus hukum Basuki Tjahya Purnama alias Ahok, yang dinyatakan sebagai terdakwa kasus penistaan agama.


“Kita mengapresiasi objektivitas jaksa dalam melakukan penilaian terhadap kasus penistaan, namun sayangnya objektifitas tersebut tidak diiringi independensi dan profesionalisme jaksa sebagai penegak hukum”, ujar Ketua Umum PB HMI, Mulyadi P Tamsir. Kamis, (20/04) di Jakarta.

Selain itu, Mulyadi juga menambahkan, tuntutan Jaksa penuntut umum yang menetapkan Basuki Tjahya Purnama alias Ahok selama 1 tahun, dengan masa percobaan 2 tahun, tidak memenuhi aspek keadilan hukum dan rasa keadilan masyarakat.

“Rendahnya tuntutan Jaksa penuntut umum tersebut jika sepenuhnya diterima oleh hakim dalam memberikan vonis hukuman terhadap Ahok, maka putusan tersebut tidak akan memberikan efek jera dan akan menjadi yurisprudensi baru pada kasus penistaan agama”, tambah Mulyadi.

Dikawatirkan lanjut Muyadi, dikemudian hari akan banyak muncul kasus2 penistaan agama yang dapat mengancam toleransi dan keutuhan negara Republik Indonesia.

Editor : Deni Iskandar

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru