oleh

Terkait Pepres 125 Tahun 2012, Ketum APKLI : Desak Presiden Lindungi PKL

DEPOK, KICAUNEWS.COM — Pasca terpilihnya Secara Aklamasi dari Hasil Munas V APKLI, dr. Ali Mahsun, S. Ked., M. Biomed Kembali mengomandoi Organisasi PKL Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia periode 2017-2022.

Dimana setelah kembali dipercaya memimpin APKLI DPD dan DPW seindonesia, Ali Mahsun menegaskan terkait Pepres No 125 Tahun 2012.

Dalam wawancara khusus usai Munas V APKLI, Ali Mahsun menegaskan terkait Pepres 125 Tahun 2012, yang pertama APKLI Akan mendesak Presiden Jokowi untuk segera mengeluarkan instruksi presiden kepada 9 kementerian Kemendagri, Kemenkop, Kemendag, Kemensos, KemenPU, Kemenkes, Kemenakertrans, BPOM RI juga Kepada Gubernur, Bupati/Walikota Seluruh Indonesia untuk segera melaksanakan Pepres 125 Tahun 2012.

Dia menuturkan, DPP APKLI menginstruksikan khusus Bupati/Walikota dan Gubernur agar instruksi Pepres tersebut di harus kan segera menerbitkan perda penataan pemberdayaan untuk PKL.

Namun demikian, untuk seluruh jajaran APKLI Pimpinan Daerah dan Wilayah saya perintahkan segera melapor kepada Bupati/Walikota dan Gubernur didaerah masing-masing hasil munas V APKLI dan menuntut pemerintah agar melaksanakan pepres dan segera menerbitkan perda.

Tidak hanya itu, Ali Mahsun menambahkan, APKLI Kedepan Fokus untuk melakukan perubahan secara mendasar khususnya PKL dalam tempo sesingkat-singkatnya. Agar PKL Bisa bertahan survival dan unggul di era perdagangan bebas. “untuk itu kepada pemerintah kepemimpinan Presiden Jokowi JK serta kepada stakeholder lainnya baik swasta maupun pemerintah untuk mendukung berada dalam satu barisan revolusi kakilima indonesia yang dicetuskan APKLI untuk PKL,” Tegasnya.

Ali Mahsun membeberkan, dimana Revolusi Kakilima Yang pertama adalah revolusi lahan. Ini sangat penting dalam negeri ini, bumi ini milik kita bukan milik bangsa asing. Oleh karena itu, kita akan meminta seluruh pemerintah daerah minimal ada sertifikasi pengelolaan usaha tanah untuk para PKL.

Kedua revolusi keuangan, Ali Mahsun mengatakan,  disini Ada finance company, ada finace engenering bukan saja menyalurkan kur seluruh potensi PKL kita akan kelola dan kita siapkan untuk keuangannya.

Ketiga revolusi akses barang dan jasa, Ali Mahsun kembali membeberkan, Kita segera mengupayakan barang dan jasa yang dijual pkl berada pada jalur distribusi yang pendek sehingga mendapatkan harga yang lebih premium.

“Ini saja tidak cukup, karena kita berada di era siber oleh karena itu revolusi teknologi komunikasi dan informasi sudah kita lakukan,” jelasnya.

Masih dikatakan Ali, Karena kalau ada barang ada modal sayangnya terlambat itu juga ada perhitungan close sehingga tidak membuat pkl tidak bersaing

“4 revolusi itu harus ditutup dan di akhiri revolusi pendampingan,” tambahnya.

DPP APKLI sudah Memerintahkan kepada DPD dan DPW APKLI seindonesia. “APKLI bukan organisasi elit dan bukan organisasi politik tapi organisasi miliknya PKL diseluruhbtanah air,” Serunya

Untuk itu, Kata Ali, DPD dan DPW APKLI wajib mempercepat perang gerilya turun gunung mendampingi PKL disemua kawasan strategis, Pasar tradisional, Tempat pariwisata, Warung klontong di kampung-kampung tetap harus didampingi.

“Itulah rekomendasi APKLI kepada Presiden Jokowi JK untuk revolusi kakilima,” 

Dijelaskannya, Jalan tengan supaya tidak terjadi revolusi indonesia sehingga pemerintah seharusnya hadir bersama APKLI untuk mewujudkan Revolusi Kaki Lima. “Kalau pemerintah masih keukeuh serta ekonomi rakyat semakin terhimpit kemiskinan merajalela jangan salahkan rakyat jika terjadi revolusi indonesia,” himbaunya.

“Kalau revolusi kaki lima digangu oleh pemerintah, padahal APKLI memberikan jalan tengah untuk mempertahankan NKRI dan Merah Putih,” Jelasnya.

Oleh karena itu APKLI meminta kepada Presiden jokowi JK segera mencabut kebijakan deregulasi perlonggaran izin modern dan ini dirasa sangat penting.

“Kalau Presiden tetap kekeuh dengan kebijakannya berarti Pak Jokowi bukan Presiden Indonesia melainkan Presiden bangsa asing,” pungkasnya.(Deni Ikandar) 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru