oleh

Dinamika Pemilihan Rektor UGM, Ini Kata Ketua KASN

JOGJA, KICAUNEWS.COM — adanya dinamika dan Isu kecurangan tak sehat dalam pemillihan Rektor Universitas Gajah Mada terus berhembus kencang menjelang pemilihan Rektor dari 8 calon yang mengkrucut menjadi 3 calon.

Menyikapi dinamika yang sedang terjadi dalam pemilihan Rektor UGM pun banyak menuai dari berbagai golongan.

Salah satunya Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Prof. Sofian Effendi pun ikut angkat bicara. Dia menegaskan jika memang betul terjadi adanya kecurangan, proses seleksi pemilihan Rektor UGM dapat diulang dari awal.

“jika dalam perjalanannya terbukti ada tindak kecurangan yang dilakukan para kandidat, pemilihan akan diulang jika memang benar-benar terjadi kecurangan dan pemilihan yang tidak sehat” katanya seperti dilansir dari beberapa media pada jum’at 14/4/2017.

Dia menuturkan, Padahal proses pemilihan tersebut saat ini sudah sampai tahap akhir. Dimana awal diikuti 8 kandidat, kini mengerucut tinggal 3 kandidat yang akan dipilih oleh Majelis Wali Amanat (MWA).

“proses pembatalan atau pengulangan seleksi bakal calon sepenuhnya adalah kewenangan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti). Jika Menristekdikti meminta pendapat KASN terkait dugaan proses yang tidak fair tersebut, Pihaknya bisa memberi masukan dan rekomendasi,” bebernya.

Sofian menjelaskan, KASN juga bisa langsung memberi rekomendasi ke Menristekdikti jika menerima adanya pengaduan. “jika tanpa adanya laporan, KASN tidak bisa tiba-tiba memberikan rekomendasi kepada Menrsitekdikti,” Akunya.

Masih dikatakan sofian, saya meminta pihak-pihak yang memiliki bukti adanya persekongkolan dan kecurangan untuk segera membuat pengaduan kepada KASN. “Hingga saat ini KASN belum menerima adanya pengaduan perihal adanya kecurangan,” ucapnya.

“KASN menunggu adanya laporan, karena kalau tidak ada pengaduan atau laporan maka KASN tidak bisa memberikan rekomendasi kepada Menristekdikti,” Jelas Ketua KASN yang juga mantan Ketua MWA UGM.

Masih diungkapkan Sofian, dugaan adanya isu persekongkolan dan kecurangan dalam proses pemilihan Rektor UGM kali ini bisa menjadi bom waktu. “Ini kan universitas, yang menjadi pusat perhatian masyarakat luas. Seharusnya mengedepankan keilmuan akademisi saja tanpa ada unsur politik,” tandasnya.(Red)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru