oleh

tak diberikan ruang untuk jurnalis asing dan nasional masuk ke Papua, Aliansi Mahasiswa Papua Angkat Bicara

PAPUA, KICAUNEWS.COM — Indonesia saat ini menunjukan sikap yang sebenarnya telah membungkam ruang-ruang demokrasi rakyat Papua, mulai dari tak diberikan ruang untuk jurnalis asing dan nasional masuk ke Papua.

Pernyataan itu disampaikan koordinator Aliansi Mahasiswa Papua, Frans Nawipa dalam keterangan tertulisnya. Pernyataan itu dia (Frans) sampaikan, lantaran Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir situs media online lokal yang saat ini fokus mengangkat persoalan-persoalan Papua.

“Rakyat Papua hari ini sedang diisolasi oleh Indonesia, yang menyebabkan Internasional bahkan Indonesia semakin sulit untuk melihat kondisi objektif Papua yang marak akan genosida, pelanggaran HAM oleh Militer Indonesia, korporat-korporat illegal yang masuk, dan lain-lainnya” ujar, Koordinator Aliansi Mahasiswa Papua, Frans Nawipa.

Selain itu mahasiswa Papua ini juga mengecam, tindakan Kominfo yang dinilai terus melakukan penindasan serta pemusnahan terhadap gerakan mahasiswa Papua. “Kami sangat mengecam keras tindakan brutal Kementerian Komunikasi dan Informatika” paparnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memblokir situs media online lokal Papua, diantaranya, freewestpapua.org, bennywenda.org, infopapua.org, ulmwp.org, ampnews.org, freepapua.com, rememberwestpapua.org, tabloid-wani.com, Papuapost.com, ampnews.org, suarapapua.com.

Tindakan Kementerian Komunikasi dan Informatika, lanjut, Frans, telah melanggar UUD 1945, Pasal 28 F, UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 14 ayat 1, Junto, Pasal 23 ayat 2.

“Dalam UU inikan jelas, pasal 23 ayat 2 misalnya, berbunyi, setiap orang bebas untuk mempunyai mengeluarkan dan menyebarluaskan pendapat sesuai hati nuraninya, secara lisan atau tulisan melalui media cetak maupun elektronik dengan memperharikan nilai-nilai agama, kesesusilaan, ketertiban, kepentingan umum dan keutuhan bangsa” lanjut, Frans Nawipa.(Den)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru