oleh

Himpunan Mahasiswa Banten Gelar Diskusi

KOTA TANGSEL, KICAUNEWS.COM — Kapolda Banten mengajak semua elemen mahasiswa untuk sama-sama ikut mendorong, Kapolresta Tangerang Raya, yang terdiri dari Tangerang Selatan dan kota Tangerang agar status hukum kepolisannya bisa masuk ke Kapolda Banten.

Sebab saat ini, wilayah hukum Kapolres Tangerang Raya masih menginduk ke wilayah Kapolda Metro Jaya.

Hal ini disampaikan, Dewan Linmas Kapolda Banten, Kombes Pol, Rudi Haryanto pada diskusi publik, yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Banten (HMB), dalam acara konferensi ke-39, di Jl. Semanggi II, Kel. Cempaka Putih, Kec. Ciputat Timur, Tangerang Selatan Banten.

“Dari forum ini diharapkan juga dengan semangat kebersamaan tangerang raya yang terdiri dari kota tangerang dan tangerang selatan mudah mudahan dalam forum ini bisa memberikan saran dan pendapat” kata, Kombes Pol. Rudi Haryanto.

Acara diskusi publik yang dihadiri oleh tokoh Banten, Makmun Muzaki, Kapolda Banten, dan akademisi lulusan timur tengah, Dr. H. Sima. Lc. MA. MBA ini  dihadiri oleh puluhan mahasiswa Banten yang spersonil kuliah di Jakarta. Prosesi diskusi publik ini pun, berjalan dengan lancar dan kondusif.

Selain itu, Kombes Pol. Rudi Haryanto juga, mengucapkan banyak terima kasih kepada mahasiswa yang sudah memberikan ruang untuk diskusi bersama dengan elemen mahasiswa Banten. Dia (Kapolda Banten) mengajak seluruh elemen mahasiswa dan semua steakholder, untuk tetap menjaga keamanan di Banten.

“Terima kasih kepada mahasiswa yang sudah memberikan ruang untuk diskusi untuk menjaga keamanan Banten dan kemakmuran Banten, mudah mudahan relatif kondusif terus, biar kita bisa belajar, bekerja dan beraktifitas lainnya” ucap, Dewan Linmas, Kapolda Banten, Komnbes Pol. Rudi Haryanto.

Senada dengan Kombes Pol. Rudi, ketua bidang keilmuan Himpunan Mahasiswa Banten, Deni Iskandar, mendukung langkah Kapolda Banten, untuk terus menyatukan semua kapolres-kapolres yang ada di provinsi Banten, untuk masuk pada wilayah hukum Kapolda Banten.

Baca juga :  Polres Jepara Lakukan Penegakan Pendisiplinan Protokol Kesehatan Pada Mayarakat dan Anggota Yang Hendak Masuk Mako

“Memang jika kita lihat, secara teritorial, seharusnya, Kaporesta Tangerang Raya, seharusnya masuk di wilayah Kapolda Banten, tapikan sejauh ini, masih ada dua Kapolresta yang masih menginduk ke Kapolda Metro Jaya, langkah Kapolda Banten ini, mesti kita dukung” ujar Deni.

Selain itu, mahasiswa Banten juga, dalam waktu dekat ini, akan melakukan audiensi dengan Kapolres-kapolres yang ada di kota Tangerang Raya, saya saat ini Kapolrestanya masih menginduk pada wilayah hukum Kapolda Metro Jaya.

“Kami akan mengkaji, lebih dalam lagi, terkait hal ini, mungkin setelah selesainya Konferensi, kami akan melakukan audiensi dan diskusi bersama Kapolres di kota Tangerang Raya, yang saat ini status hukum wilayah kepolisiannya masuk ke wilayah Polda Metro Jaya” ujar, Deni.

Kejahatan di Banten

Tak hanya masalah status wilayah hukum Kapolda, dalam acara diskusi publik tersebut juga, Kombes Pol. Rudi Haryanti, menyebutkan, angka kejahatan di Banten sepanjang tahun 2014 sampai 2016 menurun dan berhasil ditangani oleh Kapolda Banten.

“Trend kejahatan di Banten menurun, pada tahun 2014 terjadi penurunan, tahun 2016 terjadi juga penurunan, dan tingkat penurunan perkara mengalami kenaikan yang signifikan, dan alhamdulillah kejahatan hukum konvensional tidak terjadi di wilayah hukum Polda Banten” tutur, Kombes Pol. Rudi Haryanto, dalam Acara diskusi Publik.

Saat ini, masih ada beberapa Kapolres yang status wilayah hukumnya belum masuk di Kapolda Banten, yang secara wilayah, Kapolres-kapolresnya berada di Provinsi Banten, diantaranya, Kapolres Kota Tangerang Raya yang terdiri dari kota, Tangerang Selatan dan kota Tangerang, saat ini Kapolda Banten, memiliki 7.357 personil. (den)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru