oleh

Soal revitalisasi Pasar Baru Cikarang, FK2P2B Gelar Konferensi Pers

KAB. BEKASI, KICAUNEWS.COM — Pernyataan wakil ketua DPRD kabupaten Bekasi, H. Daris yang mengkalim Bludi Operate and Transfer (BOT) dalam revitalisasi pasar baru Cikarang Jawa Barat, adalah hasil yang gagasannya saat masih menjabat di komisi II DPRD, dinilai kebohongan publik.  Pernyataan tersebut disampaikan Daris, saat menemui massa aksi yang melakukan demonstrasi di depan gedung DPRD.

Hal ini disampaikan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rizki Irwansyah yang saat ini masih aktif melakukan advokasi di pasar Cikarang, Jawa Barat, dalam keterangan tertulisnya. Jumat, (14/04).

“Pernyataan H. Daris yang mengatakan bahwa, revitalisasi Pasar Baru Cikarang merupakan idenya, tentu itu menjadi dasar bahwa DPRD Kab. Bekasi telah melakukan kebohongan pada Ombudsman RI maupun Publik” kata, Rizki Irwansyah pria yang akrab disapa kiki, dalam keterangan tertulisnya. .

Tak hanya itu, pernyataan wakil ketua DPRD kabupaten Bekasi ini juga, ditanggapi oleh sejumlah pedagang yang terhimpun dalam, Forum Komunikasi Pedagang Pasar Baru (FK2P2B) Cikarang Jawa Barat, pernyataan tersebut jelas tidak benar. Gagasan revitalisasi denngan menggunakan sistem BOT ini murni digagas oleh para pedagang yang terhimpun dalam Forum Komunikasi Pedagang Pasar Baru (FK2P2B).

Senada dengan kiki, Sekertaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa (Bem) STT Pelita Bangsa Aang, menjelaskan, klarifikasi yang diucapkan oleh wakil ketua DPRD kabupaten Bekasi ini, mengundang pertanyaan besar bagi masyarakat di kabupaten Bekasi, terutama para pedagang disekitaran pasar baru.

“Apa yang H. Daris katakan pada saat menemui peserta aksi Tolak BOT Jilid IV sangat bertentangan dengan pernyataan DPRD Kab. Bekasi pada saat dimintai keterangan oleh Ombudsman RI. Lalu yang benar yang mana” ujar, Aang.

Selain itu, Aang juga menambahkan, pernyataan wakil ketua DPRD H. Daris, sangatlah simpang siur, dan membuat bingung para pedagang di sekitar pasar baru, dia (Aang) juga menduga, Ombusman dengan DPRD telah melakukan kongkalikong untuk menjalankan sistem BOT untuk merevitalisasi pasar baru.

Baca juga :  Pelaku Pencurian dan Kekerasan Pada Mahasiswi UIN Jakarta Dibekuk Polisi 

“Ketidaksesuaian antara yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, pada saat menemui peserta aksi dengan Ombudsman RI membuktikan bahwa adanya indikasi kongkalikong di semua pihak DPRD untuk tetap menjalankan sistem BOT untuk revitalisasi pasar yang jelas menindas para pedagang.” tambahnya. (Rizki Irwansyah)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru