oleh

Jelang Aksi Kedua,FPII Gelar Konfrensi Pers

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — (11/04)Menyikapi persoalan yang terjadi di industri media, serta munculnya berbagai kontradiksi atas terbelenggunya kemerdekaan berserikat yang tidak sejalan dengan UUD’45 dan UU Pers 40/1999.

FORUM PERS INDEPENDENT INDONESIA (FPII) mensuarakan kemerdekaan pers melalui berbagai aksinya.

Aksi Akbar FPII direncanakan pada Hari, Kamis 13 April 2017 dengan titik aksi Gedung Dewan Pers, Kominfo dan DPR RI.

Adapun jumlah media yang tergabung di FPII hingga saat ini berjumlah 395 media (cetak, elektronik, radio dan online) se Indonesia, dengan jumlah wartawan yang telah bergabung sebanyak 1.500 orang

Untuk itu, demi terselenggaranya aksi Akbar ini, kami menggelar KONFERENSI PERS JELANG AKSI AKBAR FPII, pada Selasa, 11 April 201, bertempat. Di Gedung Pelopor, Lt.2. Jl. Rawajati I, No.2, Pancoran, Kalibata Jakarta selatan. Untuk konfirmasi media, hub: Jall Jazz Pamone 082298000969

Dalam konferensi pers yang dimoderatori Jall Jazz Pamone itu dihadiri Ketua Presidium FPII, Dra. Kasihhati bersama juru bicara Edy Piliang, Ketua Setnas FPII Mustofa Hadi Karya bersama anggota pengurus FPII lainnya dan Kordinator aksi, Drs. Hefrizal.

Moderator membuka pengantar konferensi dengan latar belakang terbentuknya FPII yang baru seumur jagung.

Hefrizal menambahkan aksi kali kedua ini akan diikuti oleh setwil FPII di seluruh Indonesia. Aksi ini juga akan didahului dengan pemasangan beberapa banner ukuran besar di beberapa titik strategis.

Ketua Presidium FPII, Dra. Kasihhati menyatakan FPII dibentuk atas dasar keprihatinan terhadap pemukulanh insan pers di Sulteng.

“Dari peristiwa itu muncul ide pembentukan yang digagas bersama beberapa rekan media yang memiliki kesamaan visi.

Di tempat yang sama, Mustofa Hadi Karya menambahkan bahwa kedudukan FPII sama dengan Dewan Pers yang dikuatkan dengan statuta.

Baca juga :  Beton Jalan Digeser, Dewi Aryani : Walikota Tegal Akhirnya Taat Pempus

FPII lanjut Mustofa, tidak sama dengan organisasi kewartawanan lain seperti AJI. PWI karena kedudukannya Independen bukan di bawah pemerintah. Sebagai organisasi, FPII lanjut Ketua Setnas ini,  akan menyelesaikan kasus – kasus yang menimpa wartawan baik di Jakarta maupun daerah.

“Saya siap turun ke daerah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi wartawan.” Tambah Kasihhati dalam konferensi pers bertema Wartawan dan Media Independen Mengguggat.

radarindonesia

(A Widhy)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru