banner 728x250

Buruh Wanita di tampar aparat pada saat aksi

  • Bagikan
banner 468x60

Tangerang, KICAUNews.com – Aksi puluhan buruh PT Panarub Dwikarya di Tugu Adipura, Kota Tangerang dibubarkan paksa oleh aparat Kepolisian Polres Metro Tangerang Kota dan petugas Satpol PP Kota Tangerang, Minggu (9/4/2017). Namun ditengah penertiban aksi itu sempat terjadi cekcok mulut antara aparat kepolisian dengan salahseorang buruh yang berujung penamparan. Aksi penamparan pipi itu dilakukan oleh Kasat Intel Polres Metro Tangerang, AKBP Danu Wiyata terhadap Emelia Yanti.

Perwakilan Buruh, Kokom Komalawati mengatakan telah terjadi insiden penamparan yang dilakukan oleh Kasat Intel Polres Metro Tangerang Kota AKBP Danu Wiyata terhadap rekannya bernama Emilia Yanti. Sebelum pembubaran aksi buruh itu terang Kokom sempat terjadi cekcok mulut antara kedua belah pihak. “Poster dirampas dan massa dibentak-bentak. Selain itu dalam membubarkan aksi ini mereka juga mengeluarkan kata-kata yang merendahkan nilai- nilai kemanusiaan. Kami disebut goblok, bacot dan lain-lain,” katanya.

banner 336x280

“Masih ada lagi. Ketika kawan kami, Emelia Yanti, berupaya menjelaskan aksi kepada aparat keamanan malah digampar Kasat Intel Polres Tangerang,” sambung Kokom.

Masih kata Kokom bahwa kegiatan aksi piket itu biasa digelar setiap minggu dan diikuti oleh buruh pembuat sepatu Adidas dan Mizuno PT Panarub Dwikarya. Aksi tersebut jelas Kokom sudah berlangsung lima tahun dan aksi perlawan buruh itu merupakan buntut gagalnya pemerintah dalam melindungi hak buruh dan membiarkan pemilik merek serta Grup Panarub yang berbuat sewenang-wenang. Sedangkan alasan aparat membubarkan aksi di hari libur itu adalah karena dianggap melanggar peraturan walikota (Perwal) nomor 2 tahun 2017 tentang larangan aksi di hari Sabtu dan Minggu. “Tidak ada alasan kuat keluarnya aturan tersebut, kecuali ambisi merampas kebebasan berpendapat dan berekspresi. Buktinya, kegiatan hiburan di Tugu Adipura dgn menggunakan sound system yang keras dibiarkan,” ujar Kokom membantah.

Baca juga :  Sosialisasi Pencegahan Covid-19 Wilayah Polsek Lemahabang

IMG-20170409-WA0004

Sementara saat dikonfirmasi Kasat Intel Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Danu Wiyata mengakui insiden penamparan kepada buruh wanita tersebut. Dirinya meminta maaf dan akan menjalin komunikasi dengan buruh tersebut (Emelia Yanti.red)

“Ya, saya akan menjalin komunikasi dengan Bu Yanti. Insya Allah nanti malam kalau bu Yantinya bersedia saya akan meminta maaf,” ujarnya
Danu menerangkan aksi pembubaran itu dilakukan pihaknya lantaran massa aksi tersebut tidak mendapatkan izin dari pihak Kepolisian dan Walikota Tangerang.

“Mereka sudah memberi surat pemberitahuan akan melakukan aksi ke Walikota dan Polres, tapi dari Walikota sudah dihimbau untuk tidak melakukan aksi di hari Minggu. Mereka tetap menggelar. Ya, sesuai dengan Perwal petugas Satpol-PP dan Kepolisian harus membubarkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan peristiwa tersebut tengah ditangani Propam Polres Metro Tangerang Kota.

“Propam Polres sedang mendalami dan menindaklanjuti hal tersebut kami mohon waktu untuk meminta keterangan terkait hal tersebut,” ujarnya.

Sumber : Forwat News

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *