banner 728x250

E-KTP, Penggiringan Opini dan Arius Sapullete 

  • Bagikan
Guntur Setiawan SH. Kepala Bidang di Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG)
banner 468x60

Oleh: Guntur Setiawan. SH.

Pernyataan ketua umum DPP Lingkar Muda Hanura (LMH), Arius Sapullete beberapa hari lalu, yang meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menetapkan ketua umum partai Golkar, Setya Novanto, sebagai tersangka kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik alias e-KTP, dianggap telah mencederai proses penegakan hukum. Sebab proses penegakan hukum dalam kasus korupsi e-KTP sedang berjalan sebagaimana mestinya.

banner 336x280

Arius Sapullete yang saat ini menjabat sebagai ketua umum DPP Lingkar Muda Hanura dianggap telah menebar dan telah melakukan penggiringan opini negatif, bagi proses hukum yang sedang di dalami untuk membongkar kasus E-KTP.

“Penegakan hukum kita, harus jauh dari desakan yang tendensius yang bermuara pada penggiringan opini sesat” kata, Guntur Setiawan, ketua bidang di Angkatan Muda Partai Golkar, dalam pesan tertulisnya, yang dikirim ke kicaunews.com, kemarin, (9/3).

Proses hukum yang sedang apapun yang sedang berlangsung, tidak boleh dipengaruhi oleh bangunan opini yang menyesatkan. Penegakan hukum akan berjalan dengan baik dan lancar, tanpa adanya penyebaran opini yang keliru, yang disebar diluar dari pada pagar proses peradilan itu sendiri. Perlu kita ingat bahwa penegakan hukum, kasus korupsi e-KTP, sedang berlangsung, dan proses tersebut perlu di hormati dan di hargai.

Kenapa proses hukum kasus korupsi e-KTP ini, harus kita hargai dan hormati ?,
media online beberapa hari lalu, jelas berupaya untuk melakukan penggiringan opini yang ambigu.

Pertama, desakan yang bersifat individualis ini, jelas tidak menghormati proses peradilan. Sebagaimana diketahui saat ini, baik KPK serta penegak hukum lainnya sedang mendalami kasus mega proyek e-KTP di Pengadilan Jakarta Pusat. Ada pun posisi ketua umum partai Golkar, Setya Novanto, dalam kasus korupsi mega proyek ini, hanya sebatas sebagai saksi, yang dimintai keterangan, untuk melengkapi pembuktian yang ada. Dalam kajian hukum, status saksi, tersangka dan terdakwa jelas memiliki pengertian yang berbeda.

Baca juga :  Terkait Pemecatan Kader Golkar, Begini Kata Aldi R Napitupulu

Sebagai warga negara yang baik, seharusnya, Setya Novanto diberikan apresiasi, sebab posisi Setya Novanto panggilan akrabnya Setnov, yang notabenenya sebagai ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), bersedia hadir dalam persidangan yang statunya sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Kedua, dalam sistem hukum pidana di Indonesia, terdapat istilah, “Presumption Of Innocence”, atau asas praduga tak bersalah, yang itu memberikan perlidungan kepada siapa pun, di depan pengadilan, dan bahkan dari opini yang tidak benar dan tak memiliki bukti yang kuat. Pernyataan ketua umum DPP Lingkar Muda Hanura, Arius Sapullete dalam hal ini, jelas keliru.

Ketua umum DPP Lingkar Muda Hanura (LMH) Arius Sapulette  sedang Mau Menunjukan ke Publik Kalau Dia tidak memahami betul Asas Hukum dalam Sistem Pembuktian Dalam Hukum Pidana kita. Ingat bahwa kita punya asas “Presumption Of Innocence” Atau asas Praduga tak Bersalah yang memberikan perlindungan terhadap siapun di depan pengadilan dan bahkan dari Opini sesat sekalipun Bahwa Melekatkan seserong sebagai tersalah atau benar harusnya berdasarkan pada Putusan dari Pengadilan. Dan bukan dari Opini yang sesat dan Tendensius,apalagi tidak cukup bukti.

Ketiga, penggiringan opini yang dilakukan oleh, Arius Sapulete jelas, syarat dengan kepentingan, upaya itu dilakukan untuk, meneggelamkan kedudukan Miryani S, yang notabenenya salah satu eks, partai Hanura, yang juga ikut terlibat dal pusaran korupsi E-KTP. Seharusnya Arius Sapullete, tidak menebar pernyataan sebagaimana yang disebutkan diatas.

Sebab menghormati proses peradilan tanpa mengkerdilkan semangat penegakan hukum, adalah bentuj dari wujud menuju paripurna. Melihat kompleksitas persoalan diatas maka sudah seharusnya kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Penulis Adalah Ketua Bidang Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *