oleh

Mengenal Lebih Jauh BEM-NAS

KICAUNEWS.com — Mahasiswa sebagai garda terdepan bagi kemajuan bangsa, memiliki peran strategis sebagai katalisator kebangsaan yang visioner. Berbagai pengembangan di segala bidang mutlak diperlukan untuk mewujudkan fungsi pelajar, pemuda dan mahasiswa sebagai agent of change. Salah satu pengembangan strategis yang perlu dilakukan adalah pengembangan yang diarahkan pada suatu kontribusi sumbangsih telaah kritis yang dibutuhkan bagi peningkatan mutu pembangunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Konsekuensi logisnya mahasiswa memerlukan suatu ruang dan juga tantangan untuk meningkatkan peranan mereka dalam perkembangan bangsa. Sejalan dengan itu, aspek kerjasama dan komunikasi yang baik antar intelektual muda perlu ditumbuhkan dan dibudayakan.

Oleh sebab itu Badan Eksekutif Mahasiswa Nasionalis harus hadir dalam kerangka dan pola organisasi yang akomodatif dan komunikatif yang melahirkan sumbangsih pemikiran dan gagasan kritis demi kemajuan bangsa. Disamping itu, BEM Nasionalis juga hadir sebagai wadah yang menghimpun potensi mahasiswa untuk didekasikan pada Masyarakat, bangsa, serta dunia pada umumnya.

Sebagai sebuah gerakan, BEM Nasionalis adalah bagian dari gerakan kebangsaan yang berperan serta dalam membangun kebersamaan dalam menegakkan demokrasi, Pancasila dan UUD 45 untuk keadilan dan kesejahteraan dalam kerangka mewujudkan Indonesia yang bermartabat dan berdaulat.

Sejak tanggal 3 sd 4 April 2017, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Nasionalis (BEM-Nasionalis) telah melaksanakan Rapat Strategis Korwil dan Badan Khusus di STIE Swadaya dan Universitas As-Syafiiyah Jakarta. Sesama intelektual muda berkumpul, berbagi, dan saling berdialektika satu sama lain dalam merumuskan gagasan untuk bersama-sama mencari solusi yang konstruktif guna mendorong pemerintahan agar semakin baik dalam menjalankan roda kebijakan di Indonesia.

Dengan berbagai kajian yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Nasionalis (BEM Nasionalis) dalam Rapat Kerja Strategis Nasional, maka kami mengeluarkan sikap sebagai berikut :

Baca juga :  Kasat Binmas Polrestabes Bandung Mendampingi Walikota Bandung Meresmikan Lembur Tohaga Lodaya

Bidang Pendidikan;
-mendesak pemerintah agar mendorong pemerataan pendidikan yang berkeadilan dan berkesesuaian diseluruh Indonesia.
– Menolak menjadikan lembaga pendidikan sebagai ajang komersil karena tidak sesuai dengan amanat UUD 1945.
-Mendorong perbaikan sistem kampus yang ramah terhadap mahasiswa meliputi biaya kuliah, kurikulum, organisasi kemahasiswaan dan lainnya.

Bidang Hukum;
-Mendesak para penegak hukum agar jangan tebang pilih dalam penegakan hukum di Indonesia. Diantaranya Mendesak KPK untuk segera menyelesaikan kasus E-KTP dan kasus lainnya dengan prinsip hukum yang berkeadilan.

Bidang Ekonomi;
-mendorong otoritas lembaga perpajakan agar lebih independen, mandiri, akuntabel demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
-Mendorong desentralisasi ekonomi ke seluruh penjuru wilayah Indonesia dengan cara Mendorong pengoptimalan ekonomi kerakyatan secara berkesinambungan.

Bidang Lingkungan;
-mendesak pemerintah untuk segera mencabut izin penambangan yang dilakukan oleh PT. Semen Indonesia di Rembang Jawa Tengah serta PT. Bumi Suksesindo (BSI) di Banyuwangi yang didalangi oleh orang-orang dilingkaran kekuasaan karena jelas merugikan masyarakat sekitar dan tidak sesuai AMDAL.
-Meminta pemerintah agar tegas kepada perusahaan pembakar hutan yang merugikan masyarakat dan bangsa Indonesia.
-Menolak Reklamasi teluk Jakarta dengan berbagai alasannya karena berdampak bagi kerusakan lingkungan.

Bidang Politik;
-Pemerintahan Jokowi-JK gagal mengimplementasikan nawacita yang dicanangkan.
-Rezim Jokowi adalah rezim otoriter; Yang keras bersuara harus di penjara.
-Menolak segala bentuk intervensi asing yang berpotensi memecah belah keutuhan NKRI terutama persoalan Papua dan wilayah rawan lainnya.

Bidang HAM;
-Mengecam keras terhadap penangkapan sejumlah aktivis mahasiswa yang dilakukan oleh REZIM ANTI KRITIK dengan tuduhan makar dan sebagainya karena tidak sesuai dengan HAM dan merusak iklim demokrasi serta melanggar UU tentang kebebasan berpendapat.

Bidang kesehatan;
-mendesak agar pemerintah lebih memperhatikan layanan kesahatan masyarakat dengan tidak pandang pilih.

Baca juga :  Patroli Obyek Vital Polsek Batujaya

Kebangsaan;
-Mendorong pemerintah untuk memanfaatkan bonus demografi yang dimiliki Indonesia seoptimal mungkin.
-Mengajak seluruh entitas kebangsaan dan kenegaraan agar menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia.

Jakarta, 04 April 2017

Ttd,
Koordinator Pusat
Aliansi BEM-Nasionalis
Riyan Hidayat
Presiden Mahasiswa UIN Jakarta

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru