oleh

PARTAI POLITIK KACAU

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua , Komisi Pemilihan Umum beberapa pekan mendatang akan segera memenuhi hajat warga jakarta untuk melahirkan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Segala pengamanan dan pengawasan telah dipersiapkan oleh Badan Pengawas Pemilu demi terciptanya suasana pemilu yang aman dan berlangsung dengan tertib sampai terpilihnya Gubernur Baru.

Meskipun banyak pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing Tim Sukses Pasangan Calon, dan belum ada keputusan sanksi yang diberikan, Kita tetap berikan apresiasi kepada unsur-unsur penyelenggara pemilihan kepala daerah di Jakarta yang sudah melakukan pemilihan di putaran pertama. Dan meloloskan dua pasangan nomor 2 & 3.

Memasuki Putaran Kedua, saya merasakan ada gejala-gejala ketidak beresan yang dilakukan Oleh Partai Politik, terlihat ketika beberapa partai politik dan relawan saling membentengi pasangan calonnya dengan membentuk Tim-tim keamanan diluar dari pada wewenang Badan Pengawas Pemilu, sah-sah saja Partai Politik melakukan hal tersebut. Akan tetapi patut kita pertanyakan, apakah mereka terlatih mental dan paychologynya melalui pembinaan dan perkaderan yang dilakukan oleh partai politik? Apakah mereka terselektif betul tingkat profesionalitasnya? Saya hanya khawatir kepada tim keamanan yang dibentuk oleh partai politik, mereka memiliki nama-nama kelompok yang mengerikan. Seperti nama-nama pasukan tempur, ada yang menamai dirinya Laskar, Satgasus dan lain sebagainya. Satu sama lain memperlihatkan jumlah dan kekuatannya.

Efek dari tim pengawasan yang dibentuk oleh masing-masing Partai Politik, jika adanya selisih paham di lapangan maka yang terjadi adalah perpecahan dan konflik horizontal sesama saudara setanah air tak lagi dapat dibendung.

Dalam hal ini seharusnya pihak bawaslu dan KPU berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan penegak keamanan negara yakni TNI dan POLRI.

Baca juga :  Peduli Rakyat, Baja Perindo Menyalurkan Mesin Parut Sagu untuk Masyarakat Maluku Tengah

Sudah saatnya Partai Politik hadir ditengah masyarakat dengan tidak membawa sekantong beras, segudang Janji dan sogokan uang kampanye. Seyogyanya Partai Politik wajib membawa segudang ilmu pengetahuan guna mendidik masyarakat tentang ilmu pengetahuan terhadap hukum, juga ilmu pengetahuan tentang tata cara politik yang bermanfaat.

Maka Pencapaian sistem demokrasi yang adil dan bijaksana akan dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia.(A.Widy)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru