oleh

Paslon Bupati Halmahera Tengah Mutiara-Kabir Daftar Gugatan Ke MK

JAKRTA, KICAUNEWS.COM — Kami melihat bahwa pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) khususnya tentang rekapitulasi hasil pemilihan umum pilkada Kabupaten Halmahera Tengah Maluku Utara belum purna. Hal ini terkait ada beberapa soal pelanggaran yang telah kami laporkan sehari setelah pencoblosan yaitu pada tanggal 16,17,18 sampai 21 Pebruari 2017. Demikian disampaikan Ace Kurnia kuasa hukum paslon Bupati Halmahera Tengah Maluku Utara Mutiara T Yasin-Kabir Kahar di Hotel Holiday Inn Thamrin Jakarta, selasa (28/2/2017) dalam presscon kepada awak media setelah siang harinya mendaftarkan gugatan pilkada Kabupaten Halmahera Tengah ke Mahkamah Konstitusi. Hadir dalam presscon paslon Bupati Halmahera Tengah Mutiara T. Yasin.

Ace menjelaskan pelanggaran-pelanggaran itu sangat erat kaitannya dengan perolehan suara paslon Mutiara-Kabir. Terutama perhitungan dan pemungutan suara di Patani Timur yaitu ada sekitar 8 TPS. Pada saat pleno kami mengajukan keberatan dan sebelumnya sudah kami laporkan ke Panwaslip. Berdasarkan cek list DPT disetiap saksi yang kami berikan mandat di 8 TPS tersebut banyak pemilih yang tidak hadir tetapi surat suara habis bahkan ada yang lebih, jadi tingkat partisipasinya luar biasa. Mungkin di seluruh dunia kita ranking satu di Patani Timur ini seloroh Ace.

Di Halmahera Tengah ini tingkat partisipasi pemilihnya 100% lebih. Kami cek kepada saksi-saksi kami ternyata ditemukan dugaan nama-nama orang yang sudah meninggal ikut mencoblos, ada orang yang sudah pindah alamat ikut mencoblos. Selain itu temuan kami di salah satu TPS ada yang cuma salin DPT nomor urut dan abjad persis. Logikanya tidak mungkin orang datang datang sesuai seperti absen waktu kita sekolah sesuai alfabet. Kami sangat dirugikan, hak-hak pemilih telah dihilangkan. Kami akan laporkan permasalahan untuk segera ditindaklanjuti dan dilakukan pemungutan suara ulang ujar Ace.

Baca juga :  Paslon Cabup Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara Nomor Urut 3 ( DR La Ode Muhammad Baharuddin- H. La Pili Spd) Mengharapkan Pemilukada Kabupaten Muna Berjalan Jujur

Kita sampaikan semua pelanggaran itu ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan MK satu-satunya tempat untuk mengadukan segala persoalan. Video yang menjadi viral di televisi nasional sampai hari ini tidak ada tindak lanjut terhadap pelakunya, semua itu kan temuan langsung. Kami bersepakat dengan paslon untuk melakukan koreksi, kita bicara bukan kalah menang. Jadi biarkan kalau ini memang pilihan rakyat Halmahera Tengah tentunya setelah semua masalah ini selesai dan tolong dikoreksi dulu pungkasnya.

Pilkada Kabupaten Halmahera Tengah 2017 diikuti dua pasang calon, yaitu paslon Mutiara T Yasin-Kabir Kahar dan Edi Langkara-Abdul Rahim Odeyani. Selisih suara kedua paslon terpaut 3,8%. Ace Kurnia dari Kantor Badan Bantuan Hukum dan Advokasi PDIP.(Sunarto)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru