oleh

ISIS Ancam Raja Salman Lewat Youtube , Aparat Diminta Waspadai Aksi Teror

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Aparat gabungan dari Polri, TNI, dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) harus waspada penuh terhadap kemungkinan serangan teroris, ketika Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud berkunjung ke Indonesia.

“Ini kunjungan sangat penting dan bersejarah. Sejak 47 tahun yang lalu baru kali ini Raja Arab Saudi datang lagi ke Indonesia, ” ujar pengamat terorisme Ridlwan Habib kepada Tribunnews.com, Senin (27/2/2017).

Menurut Ridlwan, kunjungan pemimpin Arab Saudi ini harus benar-benar aman.

“Aparat polisi terutama Densus 88 harus waspada penuh, termasuk dari kemungkinan serangan terorisme, ” ujar alumni S2 Kajian Intelijen Universitas Indonesia tersebut.

Menurut Ridlwan, Arab Saudi sangat tegas terhadap gerakan ISIS. Karena itu, ISIS sangat benci terhadap pemerintah Arab Saudi.

ISIS bahkan pernah menyerang tempat parkir Masjid Nabawi di Madinah pada 4 Juli 2016.

Empat anggota ISIS meledakkan diri saat hendak ditangkap di sebuah lokasi dekat Konsulat Amerika Serikat di Jeddah pada 5 Juli 2016.

“Bagi ISIS, pemerintah Arab Saudi itu musuh. Bagi Saudi, ISIS adalah teroris berbahaya, ” kata Ridlwan.

Karena itu, Densus 88 Polri harus waspada terhadap kemungkinan teror pada saat kunjungan Raja Salman.

“Pengawasan terhadap mantan napi terorisme harus diperkuat, dan jangan ada celah kelengahan sekecil apa pun,” tuturnya.

Ridlwan menambahkan, pada beberapa hari sebelum kunjungan Raja Salman, beredar video YouTube yang dikeluarkan oleh ISIS.

Isinya adalah anjuran agar tidak menaati ulama Arab Saudi.

Video berjudul “Al Khair Maka Perangilah Imam Kekufuran itu berisi cuplikan pidato ulama ISIS yang anti-Saudi.

“Ini harus diwaspadai karena ada subtitle berbahasa Indonesia di video itu. Ini bisa menginspirasi lone wolf untuk beraksi,” ulas pakar penggalangan intelijen itu.

Baca juga :  Lewat video, ISIS ancam Akan Membunuh Bos Facebook dan Twitter

Ridlwan menambahkan, kunjungan Raja Salman yang melibatkan ribuan orang rawan penyusupan.

“Paspampres dan Densus 88 Polri perlu mengantisipasi tamu undangan yang mencurigakan,” imbaunya.

Sejumlah delegasi dari Arab Saudi akan mendapatkan pengawalan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Awal Maret 2017, Kerajaan Arab Saudi akan mengunjungi Indonesia selama kurang lebih sepekan.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud membawa rombongan dengan jumlah tak kurang dari 1.500 orang.

Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala mengatakan, pengawalan hanya diberikan kepada delegasi resmi.

Delegasi resmi merupakan para pejabat utama dari pemerintahan Kerajaan Arab Saudi.

“Mereka resminya ada 35 orang,” ucap Djumala, Jumat, (24/2/2017).

Kepada 35 delegasi ini, kata dia, pengamanan akan dilakukan sejak dari Bandara Halim Perdanakusuma hingga acara kenegaraan resmi, yang salah satunya akan digelar di Istana Bogor.

Sumber : wartakota.tribunnews.com

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru