oleh

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Ungkap Modus Selundupkan Narkoba Ke Dalam Lapas

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Pemberantasan narkoba adalah harga mati sebagai kebulatan tekad seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI dalam mewujudkan Pemasyarakatan PASTI SMART. PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, Inovatif) dan SMART (Serious, Minded, Active, Responsive, dan Talk). Bukti keseriusan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk untuk memberantas narkoba.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengungkap berbagai modus penyelundupan narkoba yang masuk ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (lapas). Salah satu cara dengan memasukkan narkoba ke dalam bungkus rokok, makanan, dan pakaian dalam. Lalu menggunakan jasa petugas lapas untuk membantu memasukkan barang haram tersebut.

Tidak ada toleransi bagi para pelaku atau pelanggar yang terkait masalah narkoba. Akan saya tindak tegas. Dan saya pastikan tidak hanya sanksi administratif saja, tetapi akan saya dorong ke ranah hukum,” tegas Kepala Biro Humas Hukum dan Kerjasama, Efendy BP.

Keseriusan pemberantasan narkoba oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dibuktikan dengan berhasilnya petugas pemasyarakatan menggagalkan upaya penyelundupan natkoba di sejumlah Lapas di Indonesia serta tindakan tegas terhadap pegawai yang bermain dengan narkoba

Zero tolerance, terhadap setiap pelanggaran telah kami buktikan dengan pemberian hukuman disiplin. Tercatat tahun 2015 sebanyak 200 pegawai dan tahun 2016 terdapat 30 petugas mendapat hukuman disiplin baik tingkat ringan, menengah dan berat yaitu pemecatan,” jelas Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami di Kantor Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jl. Veteran Jakarta Pusat, Sabtu (25/2/17).

Menurut Utami, pergerakan perdaran itu dimulai dari luas lapas, ketika keluarga, teman-teman Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) membesuk. Entah disengaja atau tidak disadari orang-orang itu dimanfaatkan napi untuk menyelundupkan narkoba.

Sejumlah keberhasilan petugas pemasyarakatan dalam menggagalkan penyelundupan narkoba ke dalam Lapas di tahun 2017 ini diantaranya adalah Petugas Lapas Binjai berhasil menggagalkan 1 paket ganja, 2 paket sabu dan uang sebesar Rp. 4.050.000 pada hari minggu (15/01), keesokan harinya senin (16/01) petugas Lapas Binjai kembali menemukan l paket ganja yang di lemparkan dari luar Lapas dan barang tersebut langsung diserahkan ke pihak kepolisian.

Baca juga :  HUT Bhayangkara Ke - 74, Polsek Pancoran Peringati Dengan Tumpengan dan Santuni Puluhan Anak Yatim

Hari yang sama minggu (15/01) di Lapas Semarang, petugas berhasil mendapatkan 6 paket sabu yang di dapat dari seorang warga binaan dari Blok A yang ingin berkunjung ke Blok F, petugas memeriksa dan yang bersangkutan panik lalu membuang bunglcus rokok dan di dapati 6 paket sabu dalam bungkus rokok tersebut,

Di bulan Februari ini Petugas Lapas Jambi berhasil menemukan narkoba jenis sabu yang di sembunyikan oleh seorang pengunjung wanita di balik baju yang dikenakannya, pada hari rabu (08/02).

Sementara itu di Lapas Banjarnasin, petugas berhasil mengagalkan 200 butir zenith pada saat kunjungan berlangsung, pada hari senin (20/02).

Belum lama ini juga di Lapas Pekalongan, Petugas berhasil menggagalkan narkoba sebanyak 13 ekstasi dan 11 paket sabu yang diselundupkan oleh pengunjung melalui kacang yang telah di kupas dan diganti isinya, pada hari rabu (22/02).

Kasus-kasus yang telah terjadi di institusi pemasyarakatan, terutama kasus narkoba, jangan dijadikan penghambat untuk terus terpuruk dalam stigma negatif masyarakat, namun jadikan sebagai pendobrak semangat untuk tetap membuktikan dedikasi dan pengabdian sebagai pembina narapidana.

Tak hanya secara fisik, namun juga psikis agar mereka dapat kembali ke masyarakat, namun juga berbekal ketrampilan dan keahlian. Sebuah tugas suci yang tak semua orang mampu melaksanakannya. Mari wujudkan Pemastarakatan SMART untuk Indonesia Hebat.(Sunarto)

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru