oleh

PKI COMMON ENEMY SEKBER FA GMNI DAN KAHMI

Jakarta, Kicaunews.com — Ditengah galawan RI diborong Asing, Ibarat kemiripannya Gara gara Ahok yang menista Agama sehingga  Islam bersatu dalam 212, Gara gara Abraham Lagaligo mantan Pimpinan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Cabang Surabaya Memfitnah sejarah GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesya) Underbouw PKI / PNI, sehingga kini FA GMNI dan KAHMI bersatu lawan PKI (Partai Komunis Indonesya).

Kaitan “Klarifikasi Abraham Lagaligo CGMI (Central Gerakan Mahasiswa Indonesya) berubah jadi GMNI underbouw PKI “ Xalahan Kutip  Sejarah ini diakui Abraham dan ketika jumpa dengan GMNI Jatim dan Ketua Umum GMNI Chrisman Damanik dengan protes FA GMNI langsung memaafkan sehingga menjadi Kunci Kemenangan diposting ternyata Sejarah HMI dan GMNI melawan PKI.

Pernyataan MoU Konfrensi Press ini bersama Pimpinan FA GMNI yang dipimpin Ahmad Baskara didampingi Ugik Kurnadi, Chrisman Damanik dan Presidium KAHMI Nasional Prof DR H Mahfudz

MD didampingi Subandriyo, Abraham Lagaligo, di Warung Daon jalan Cikini, Jakarte, 6 Febuari 2017.

Dampak Peristiwa ini Terbentuk Sekber / Seketariat Bersama Forum Alumni Gerakan Mahasiswa Indonesya (FA GMNI) dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Melawan PKI di Warung Daon jalan Cikini, Jakarte, 6 Febuari 2017, Sore.

Sambutan Mahfudz MD, Hamdallah Peritiwa ini terjadi Restorasi justice / bangun harmoni FA

GMNI dan KAHMI ditengah negri kita yang sekarang ini terjadi sebaliknya, Dendam, fitnah dan cari xalahan lawan pulitik, maka sebelun peristiwa ini usai, saya kuatir di adu domba ala PKI.

Ramuan Sejarah HMI & GMNI sepakat Pancasila bukan Kiri / Kanan tapi Moderat sebagaimana Presiden Soekarno imbangan Dunia dan Akherat dari debatan 3,5 tahun yang akhirnye kembali ke Dekrit 5 Juli 1959.

Demokrasi ba’da Reformasi anak Ormas cari rumusan Pancasila yang sudah final 4 pilar.

Baca juga :  Satlantas Polrestro Tangerang Kota Tertibkan Truck Pengangkut Tanah

Kubu yang pro dan kontra Pancasila dalam Demokrasi dan HAM RI tersalurkan via Pemilu mencapai 48 Paprpol, terbukti mayoritas Pancasila.

Gerakan Intoleransi / Makar RI kini hakekatnya bukan anti Pilar tapi Populism ya’ni Gerakan menuntut Keadilan Pemerintah.

Mantan Sekjen GMNI Ahmad Baskara yang rethorikanya fasih Al Qur’an, sehingga membuat keti

dak jelasan HMI & GMNI, Mengatakan, Abraham adalah Asbabun nujul mulai Sejarah kebersa

maan HMI dan GMNI dan untuk kelancaran Sekber FA GMNI dan KAHMI melawan PKI, terse

dia Kitab “ GMNI dan HMI dalam pulitik Kekuasaan “ Karya Syamsudin Rajab dan Ade Reza Hariya

Dari peristiwa ini, Saya bagaikan Musafir ditengah Sahara yang temukan Oase / Mata aer dan  terhindar dari intervensi PKI dan Sejarah kita bangun Canra dimuka dengan jati diri Trisakty.

Presiden Soekarno berharap tiap WNI bertuhan dan kendati disekitar Soekarno PKI tapi Soekarno tolak bubarkan HMI sebagai stakehoder RI.

Mahdi D Wartawan KAHMI DKI dizaman Orba pernah meliput Sejarah kebersamaan Dialog tiap Romadhon bergantian tempat FA GMNI dan KAHMI DKI Populism Orba.

FA GMNI dihadiri Mentri Siswono, Muchyar Yara SH, Riad Ocha dan KAHMI Jaya (Jakarta Raya) dihadiri DR Judil Herry Justam, Dahlan Ranu Wiharjo, T Farich Nahril, Indra Abidin, Sayuti Asyatiri, Zulfan Kelindan, Sofyan Putuhena, Nur Edi Budiono, Heri Amanat, Ida Jambek, Furqon Buchori, Erlangga, Abu Huremakeng, Rasyid Emili.

(Mahdi)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru