oleh

TTI Menjual Pangan Murah Berkualitas

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (tengah)

Jakarta, Kicaunews.com — Bertempat di Toko Tani Indonesia (TTI) Center Pasar Minggu Ragunan Jakarta, senin (6/2/17) Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Menteri Perdagangan yang diwakili Dirjennya menyaksikan pengiriman perdana komoditas pangan strategis ke 22 Toko Tani Indonesia (TTI) yang tersebar di beberapa wilayah di Jakarta. Dengan tujuan harga terjangkau konsumen dan TTI siap menjual harga murah. Kita mulai dari Jakarta nanti sentra Surabaya dan tempat lainnya menyusul ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Amran menambahkan total komoditas  pangan pokok dan strategis yang dipasok di 22 TTI terdiri dari beras 7 ton, gula pasir 3 ton, bawang merah 650 Kg, cabai merah 600 Kg, dan daging sapi 500 Kg, dengan harga bera Rp. 8.000/kg, daging sapi Rp. 80.000/Kg, daging kerbau Rp. 65.000/Kg, bawang merah 14.500/0,5 Kg, cabai merah keriting. 10.000/0,25 Kg, gula pasir Rp. 12.500/Kg, minya goreng Rp. 12.000/Liter dan bawang putih Rp. 8.500/O,25 Kg. Selain itu, juga ada 20 TTI  DKI Jakarta yang selama ini menyediakan beras dan gula pasir.

Bagi warga Jakarta yang ingin mendapatkan pangan murah berkualitas, selain bisa datang langsung ke TTI Center, juga bisa berkunjung ke 22 TTI di DKI Jakarta, yang tersebar sekitar  (1) Jakarta Selatan 11 TTl yaitu TTI Ani, TTI Muara Beras, TTI ASMI, TTl Alan, TTI Surya, TTI Partini, TTI Ahya, TTI MamanNur, TTI Sirsak, TT| Yati, TTI Three Boys, dan TTl Ruwi; (2) Jakarta Timur (6 TTI), yaitu TTI Sinar Family, TTI Arfah, TTI Sudiyo, TTl Suratman, dan TTI Siregar, TTI Meat Shop, dan (3) Jakarta Barat 5 TTI : TTI KWT Flamboyan, TTI HJ. Munawaroh, TT| KWT Pesakih Mandiri Jaya, TT| Abdan Rusun Perumnas dan TTI Barokah.

Baca juga :  Rapat Koordinasi Pangan Nasional, Menteri Pertanian Bersama Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan dan Menteri Koperasi Dan UKM

Kehadiran Toko Tani Indonesia (TTI) sangat strategis dalam upaya penyediaan pangan murah berkualitas bagi masyarakat. Fluktuasi pasokan dan harga komoditas pangan yang terjadi selama ini tidak hanya dapat merugikan petani produsen, pengolah pangan, pedagang hingga konsumen, juga dapat mempersulit warga memperoleh pangan yang diibutuhkan, yang jika dibiarkan tidak hanya mempengaruhi pengendalian inflasi, juga bisa menimbulkan keresahan sosial.

Toko Tani Indonesia (TTI) yang digagas Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian rnerupakan salah satu upaya Pemerintah yang dilakukan untuk menjaga stabilitas harga baik di tingkat petani/produsen dan di tingkat konsumen. Melalui kegiatan ini, Gapoktan atau Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) dan Toko Tani Indonesia diberdayakan untuk dapat menjaIankan fungsi sebagai Iembaga distribusi dalam suatu rantai distribusi yang Iebih efisien, sehingga dapat mengurangi disparitas harga antara produsen dan konsumen.

Kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) diiakukan sejak Tahun 2016 kepada 493 Gapoktan yang memasok 1.316 TTI untuk kemudahan akses pangan kepada masyarakat dengan harga wajardi 32 provinsi, Lokasi kegiatan tersebar di kabupaten/kota di daerah konsumen utamanya yang menjadi barometer fluktuasi harga dan pasokan.

Pada Tahun 2017, Kegiatan PUPM kembali akan dialokasikan untuk 406 LUPM yang tersebar di 7 provinsi yaitu Provinsi Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, JawaTimur. Sumatera Selatan, Lampung, dan NTB  yang akan memasok 1.000 TTI di wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Komoditas yang dipasok ke TTI selain beras, juga daging sapi, daging kerbau, gula pasir, bawang merah dan cabai merah.

Melalui Gelar Pangan Murah Berkualitas yang dilakukan, selain petani mendapatkan harga kepastian serta harga jual yang menguntungkan, masyarakat dapat mengakses pangan dengan mudah dan murah. Adanya TTI dimasyarakat juga diharapkan mampu menstabilkan harga pangan, sehingga tidak berfluktuasi.

Baca juga :  Sambut Ramadhan 1438H puluhan Siswa TPA AL Muamanah Gelar Pawai Obor

Kami fokus Jakarta, kalau Jakarta bisa selesai daerah lainnya bisa selesai, Jakarta  barometer. Kita memotong mata rantai pasokan. Beras kontributor terhadap inflasi atau penyumbang inflasi sangat besar.

TTI adalah solusi permanen untuk menstabilkan harga dan seiring waktu mobil TTI  ditambah. Kami akan sidak dan Pak Menteri datang tanpa diundang tegas Amran.(Sunarto)

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru