oleh

Peran Bulog Dalam Usaha Pengendalian Harga Pangan

Jakarta, Kicaunews.com — Pergerakan harga beras tahun 2016 relatif stabil dibanding tahun 2015 yang sempat mengalami kenaikan hingga 30 % diawal 2015. Stabilitas ini ditunjang oleh upaya Perum Bulog yang berhasil melaksanakan kegiatan penyerapan gabah/beras oleh Perum Bulog dan melaksanakan operasi pasar (OP) dan cadangan besar pemerintah.

Pada tahun 2016 ini dengan target rumah tangga sasaran (RTS) penerima manfaat (PM) yang sama seperti 2015. Realisasi sampai dengan akhir 2016 telah mencapai 2.782.325 ton atau 99,53%, kinerja penyaluran tertinggi dalam 5 tahun terakhir.

Pemerintah sudah cukup berbuat untuk menggenjot produksi melalui gerakan masif dan upaya khusus pencapaian swasembada.padi. Upaya-upaya ini harus terus didorong dan dilakukan secara konsisiten diiringi dengan pembenahan data supaya kita mendapatkan gambaran yang akurat, sehingga dapat diambil kebijakan lebih tepat sasaran.

Kinerja keuangan Perum Bulog pada akhir Desember 2016 anaudited memperoleh laba sebelum pajak (EBT) sebesar Rp 841,67 Miliar atau 115,67% dari target RKAP sebesar Rp 726,67 Miliar.

Perum Bulog mendapatkan dana PNM dari Pemerintah sebesar Rp 2 triliun yang akan digunakan untuk investasi pengembangan infrastruktur pasca panen komoditas beras, jagung dan kedelai. Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2017 yaitu pembangunan Rice Miling Plant (MRMP), pembamgunan mesin Rice to Rice dengan kuantum pemgadaam beras sebesar 250.000 ton beras/tahun untuk processing beras sesuai kualitas yang diinginkan. Pembangunan gudang penyimpanan kedelai sebanyak 13 unit gudang dengan total kapasitas gudang 45.000 ton di sentra,-sentra produksi.

Demikian disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti dalam.acara silaturahmi Direksi Perum Bulog bersama media di Gedung Bulog Jl. Gatot Subroto Jakarta, selasa (31/1/17).

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru