oleh

TEGANGAN JELANG G30 S PKI 2017

Jakarta, Kicaunews.com — Tak sampai 100 insan dari Ikatan Alumni Universitas / Iluni UI “ yang miskin tak mampu foto copy text Deklarasi “ Mendeklarasikan  “ Bangkit Iluni UI untuk Keadilan” / Populism / Gerakan tetap bersama rakyat lawan Kartel Komunis Gaya Baru / KGB Neolib asing dan aseng.

Bertujuan agar Civitas UI yang kini Ko operativ / Hubudunia / Menara gading  yang terjebak balas budi Beasiswa / teredam Idealism dan tak lagi bangga dengan Jaket kuning dapat mendusin mampu atasi kondisi NKRI yang muak membosankan harus diselamatkan dari Sogokan, Narkoba, Miras, LGBT, KDRT, dan Sadarkan rakyat Nyanyian yang menipu “ Padamu Negri Jiwa raga kami “ yang seharusnya milik tuhan yang maha kuasa.

Di Taman Pustakaan UI Depok 27 Januari 2017 ba’da sholat Jumat, Panitia Buyuang menghadirkan para Orator antara lain Taufiq Ismail dan Gamal (Puisi “ Dimana Tenggelamnya”), Dharmansyah (ALRI), Harun Kamil (Notaris KAHMI), Hj Rustuti RA RG (Ratu Papua), Candra Motiq,  Heri Hermawan (Mantan Wakil Senat UI), Taufik Bahaudin (Dermawan), Bambang Sugito (Iluni UI Yunior), Vasto de UGM.

Varian kezoliman Pemerintahan Reformasi yang menegakan hukum tanpa keadilan, abaikan Korupsi BLBI, Impor Naker tekab / 50 Batalyon aseng yang dampaknya Pribumi dan Islam jadi kuli yang ngontrak di negri aseng seperti kasus Reklamasi.

AS yang kini impoten dan lepas dari niaga bebas, justru ngapa RI yang tak siap malah ngotot.

Padahal Islam pemilik Saham utama dirikan NKRI yang telah berikan toleransi terbesar dengan Pancasila, andil Bung Tomo dengan TAKBIR Allahu Akbar melahirkan PEKIK Merdeka dimana mana.

Kini malah berbalik Islam difitnah ragam fakta menjadi buronan, seperti Intoleranz, Teroris, Padahal Syarikat Dagang Islam lah yang jadi pelopor Kebangkitanas dan 212 (Axi damai bela Islam ke 3 pada 2 Desember 2016 menuntut Kepastian sanxi hukum Ahoax Penista agama) malah Polri proses lambat diskriminatip.

Baca juga :  Sambang Warga Desa Bhabinkamtibmas Sampaikan Ini

Makin banyak anak bangsa Pribumi korban akibat Ahoax tak disanxi, seperti Buni Yani, Makar, Nurul Fahmi penulis Bendera, Habib Riziek Penista Agama, dipolitisir bargaining agar Ahoax yang bukan anak bangsa Pribumi / agen RRC tetap menangkan Pilkada DKI untuk axes RRC dan AS kuasai pertanahan dan pertahanan sumber daya alam RI.

Sejarah dunia mencatat RI negara Demokrasi Jurdil terbaik selenggarakan Pemilu awal Kemerdekaan dengan Panitia Burhanudin Harahap, bersamaan pada tahun yang sama, Pemilu Philipina malah curang Perang  Sudare.

Kebaikan Demokrasi RI hasil Pemilu terbaik itu tak berlangsung lama, karna Presiden Soekarno bubarkan DPR dan menggantikannya dengan DPR baru bersama Nasakom (Nasionalis Agama Komunis) dan  mengangkat Soekarno jadi Preseden seumur hidup, akhirnya PKI kudeta gagal, namun demikian pertahanan dan ancaman kebangkitan PKI kini terasa bagai menjelang tahun 1966 UI di pecah belah PKI.

Kini Alumni Kampus dan masyarakat lainnya seperti Daeng Mansyur di Luar Batang menunggu Populism Iluni UI yang dalam Sejarahnya Mahasiswa UI dulu kendati sedikit melawan Pemerintahan PKI, namun begitu bergerak seperti ngempesin ban mobil gagalkan Sidang MPRS maka menjadi gerakan rakyat semesta membalas pembantaian PKI.

Pluralis peserta acara ini dan absen Akbar Tanjung, Yusril Ihza Mahendra, FahmiIdris, kecuali Panitia HMI Korkom UI. (Mahdi)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru