oleh

Wujudkan Pangandaran ‘Hebat’ Jangan Lupa Sejarah, Ini Peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah

KAB. PANGANDARAN, KICAUNEWS.COM — kebiasaan masyarakat indonesia dalam membaca dan menulis masih terbilang sangat rendah, indonesia menempati urutan ketiga terbawah di kawasan ASEAN, atau berada di atas Kamboja dan Laos.

Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, berdasarkan indeks nasional tingkat minat baca masyarakat indonesia hanya 0,001 persen. sedangkan rata rata indeks tingkat membaca di Negara-negara maju  seperti Eropa  seperti Inggris, Prancis, Jerman bahkan di Amerika 0,45 hingga 0,62 persen dan ini juga hasil rujuk survey United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization [UNESCO]

Keadaan seperti ini juga yang mendorong Pemerintah Kabupaten Pangandaran membentuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah demi terwujudnya  pangandaran ‘hebat’.

Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kiswaya, Keberadaan Kantor Perpustakaan dan kearsipan Daerah di jalan Bandara Nusawiru kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran sebagai unsur Pelaksana Daerah melalui Sekretaris Daerah, dengan Tugas Pokok “Mari Bantu  Bupati dalam Penyelengaraan Pemerintahan Daerah di Bidang  Perpustakaan  dan Arsip Daerah” untuk generasi yang akan datang penting adanya sejarah pangandaran dan budayanya kita akan Arsipkan itu sebagai warisan untuk  generasi yang akan datang.

Kiswaya juga  memaparkan kepada media online kicaunews, Rencana strategis perpustakaan dan kearsipan daerah untuk Terwujudnya Perpustakaan dan Kearsipan yang Perkualitas demi Masyarakat, Cerdas dan Berbudaya Menuju Pangandaran ‘Hebat’ serta  Mengembangkan minat serta kebiasaan membaca masyarakat.

“Kami akan selalu Sosialisasi, Supaya masyarakat Tau keberadaan kantor Dinas perpustakaan dan Kearsipan di  Kabupaten Pangandaran, karena keberadaan kantor dinas perpustakaan dan kearsipan baru pemula,” Jelasnya.

Masih kata Kiswaya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bertujuan Meningkatkan upaya tertib administrasi kearsipan dalam rangka perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan. “Membangun lembaga perpustakaan dan kearsipan agar lebih efektif, fleksibel dan berkualitas, Alhamdulillah sekarang baru dapat bantuan kurang lebih 800 Buku dari Propinsi, dengan judul yang berbeda,” bebernya

Pepatah mengatakan, Bangsa yang Besar Bangsa yang tidak Lupa akan sejarah

“Untuk meningkatkan akses masyarakat membuka jendela dunia  untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana pelayanan informasi dan edukasi, Meningkatkan jumlah koleksi buku dan bahan bacaan, dan Terpeliharanya arsip sebagai bahan bukti pertanggung jawaban penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan sejarah kehidupan kebangsaan,” Tandasnya [ EVA]

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru