oleh

Lili Wahid (DPR PKB) : PEMERINTAH JOKOWI ANTI KEMBALI KE UUD 45

Jakarta, Kicaunews.com — Pantas para fitnah makar ditangke, seperti Rizal (Kobar), DR Sri Bintang Pamungkas, Jamran (Pimpinan KAHMI Jakarta utara), Ratna Sarumpaet, Hataliwang, Rahmawati Soekarno putra, Saya, karna kami galaw protes agar RI jangan sampe dapat disogok / dibeli RI oleh aseng dan asing dari bisnis Amandmen Pemerintahan Jokowi yang dikendalikan PKI via Ahok hilangkan Siskamling RT RW dan menuntut agar budget Tekab dinaikan, indikasi ini ancaman kebangkitan lagi Pembantaian PKI terhadap masyarakat Pancasila yang cinta damai.

Sama dengan Orba, Pemerintah Jokowi refresiv takut tumbang, sehingga tangkap insan yang populism tanpa alasan jelas definisi / pasal makar.

212 (Axi bela Islam 3 Ahok Penista agama pada 2 Desember 2016) malah di anggap mereka  umat Islam mengancam NKRI dan melanggar HAM harus diadili, bukan Ahok yang diadili.

Pernyataan Lili Wahid mantan DPR PKB yang benar, pada Diskusi “Kedaulatan RI Tanggung jawab kita semue “ diselenggarakan DHN / Gedong Juang 45 Pimpinan Tyasno S kerjasama dengan CSIL (Center of Study Indonesyan Leadership) Pimpinan Jawahir Tomtowi, bersama Panelis DR Firdausyam, Trenggono (KB PII), Barata Hutagalung, Bambang Setyo (PBB), Permadi (PDIP yang benar), Habib Riziek Shihab (Man of The Year 2016), Osama Hisyam, Garnoly (Menado), Soeharto (ALRI).

Pada Peringatan 43 Tahun Malari (Malapetaka 15 Januari) 2017 Pimpinan Dokter Hariman Siregar bertema “ Sikapi Perubahan “ dan luncur Nusantaranews.com Pimpinan Eddi Junaedi dengan Panitia Bambang Isti di Bale Kartini, jalan Gatot Subroto, Jakarte.

Lili Wahid berharap Indemo (Indonesyan Democracy Monitor) jadi angin segar yang dipimpin Hariman Siregar, bukan masuk angin.

Kearifan Agama para Fonding Father RI mampu bikin kebijakan stabilitas RI hingga kini masih exist, Jiwa dan toleransi terbesar Umat Islam dengan mengganti Sila 1 Pancasila dan RI  mundur bila masih bisa diadu domba PKI dengan konflik SARA.

Baca juga :  Kapolda Jabar Pimpin  Sholat Gaib Untuk Presiden Ke - 3 Alm. BJ. Habibie di  Polres Cianjur 

Banyak Cendkia RI tak mampu jamin stabilitas NKRI dan Rahmawati Sukarno menangis bukan cengeng, tapi ter enyuh kegagalan wariskan NKRI. (Mahdi)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru