oleh

DR GHAZALI HUSNI SITUMORANG : MAKAR KENAPA KOMISI 3 DPR TAK PANGGIL KAPOLRI

Jakarta, Kicuanews.com — Bila benar bukti para Korban fitnah Makar yang mengkritisi Pemerintahan Jokowi, sulit ditentukan kesalahan Pasal dan Sanxinya, kecuali refresiv penjarakan, Kenapa Komisi 3 DPR RI tak panggil Tito Kanavian Kapolri untuk minta Dengar Pendapat.

Abuse of Power / Upaya Pemerintah Jokowi pertahankan Kekuasaan didukung Parpol yang tak berkarakter, beralasan dari Warisan Rezim sebelonnya, Khususnya kezoliman bisnis melindungi Ahok Gubernur DKI Penista agama, yang sanksinya tak sama seperti Kasus kasus serupa, seperti Lia Eden yang langsung sangsi kepastian Hukum, tanpa di undur untuk cari kesalahan fihak lain yang berbeda dengan Pemerintah.

Dari 11 korban fitnah makar, masih dipenjara Kapolda DKI yakni Jamran (Pimpinan KAHMI Jakarta Utara), Rizal (Pimpinan Komando bersama Rakyat), Sri Bintang Pamungkas (Ganti Rezim dan Sistim) dan sudah di bezuk ragam kalangan Penyelamat NKRI diantaranya KAHMI (Korps Alumni HMI) DKI Pimpinan M Taufik (DPRD DKI) dan Buyung Iluni UI.

Chaos mental Revolusi RI harus solusi sistematis oleh ahlinya bersama  Parpol yang mendidik rakyat.

Demikian ungkapan DR Ghazali Husni Situmorang mantan Pejabat Depsos RI bersama Panelis Karman BM (Ketua GPII) dan Martunus Amin SH dengan Modrator Hari Priyono pada Diskusi umum ke V / 12 Januari 2017 bertema “ Demokrasi Wafat Suri “ diselenggarakan Islamic Lawyer Club Pimpinan Fadli Nasution.

Diskusi tiap Kamis Jam 14 di Cafe Mandailing lantai 2, jalan Lebak Bulus II Cilandak, Jakarta, dilengkapi Musolla dan live Trans Indonesia TV.(Mahdi)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru