oleh

MENJAGA KEDAULATAN DI GARDA TERDEPAN

Jakarta, Kicaunews.com — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalul Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) semakin nyata mewujudkan kedaulatan dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan. Hal lnl terlihat dari capaian kinerja yang telah dilakukan selama tahun 2016 dalam penanganan berbagai kegiatan perkarantinaan ikan dan mutu hasil penkanan. Demikian disampaikan Kepala BKIPM, Rina, pada saat konferensl pers “Refleks‘ 2016 dan Outlook 2017” BKIPM di Ruang Rapat Kedaulatan GMB II Iantai 6 Jakarta (11/1/17).

Rina mengungkapkan salah satu capaian prioritas tahun 2016 adalah meningkatnya nilai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 369% atau sekitar Rp. 51,75 Milyar darl target Rp. 13,04 Mi‘yar. Peningkatan nilai PNBP ini dikarenakan adanya peningkatan pemeriksaan terhadap hasil perikanan senilai Rp. 14,02 Milyar yang di ekspor/impor/antar area yang dilakukan oleh petugas BKIPM diseluruh pintu pemasukan/pengeluaran, serta adanya integrasi sistem sertifkasi mutu dan karantina ikan sebagai bentuk implementasi UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Selain peningkatan PNBP, dalam hal penanganan pelanggaran dan penegakan hukum BKIPM telah berhasil menyelamatkan sumber daya ikan Indonesia seniiai Rp. 306,8 Milyar. Selama tahun 2016, BKIPM telah berhasil melakukan pencegahan pengiriman hasil perikanan ilegal baik ekspor, impor dan antar area. Sumber daya ikan tersebut terdiri dari benih lobster; kepiting/lobster/rajungan bertelur; kepiting dan lobster berukuran kurang dari 200 gram; mutiara, koral, produk hasil perikanan dan hasil perikanan lainnya seperti kuda laut, penyu, kura-kura, sirip hiu, ketam tapak kuda, ikan hias dan lain sebagainya. Dari jumlah tersebut, 17 kasus telah mendapatkan putusan pengadilan, 1 kasus berkasnya telah masuk ke kejaksaan, 2 kasus sampai pada P19, 14 kasus dalam proses penyidikar dan 119 kasus telah dilakukan pengumpulan bahan keterangan dan pelepasliaran. Nilai sumber daya ikan ataupun jenis produk perikanan yang diselamatkan pada tahun 2016 meningkat sebesar 825 % dari tahun 2015 yang senilai Rp. 37,2 Milyar

Baca juga :  Dansat Brimob Jabar Ikuti Upacara Virtual Hari Bhayangkara Ke - 74

Dalam dwelling time atau waktu tunggu layanan di pelabuhan, BKIPM memberikan kontribusi selama 0,03 hari dari waktu tunggu layanan nasional selama 3,7 hari. Hasil tersebut merupakan rata-rata waktu tunggu layanan di UPT BKIPM yaitu : BKIPM Surabaya 11 melalui pelabuhan Tanjung Perak memberikan kontribusi selama 26,2 menit dari waktu tunggu Iayanan nasiona! selama 3,4 hari; BKIPM Semarang melalui pelabuhan Tanjung Emas memberikan kontribusi selama 76 menit dari waktu tunggu nasional selama 5,19 hari; BKIPM Medan II melalui pelabuhan Belawan memberikan kontribusi selama 8,42 menit dari waktu tunggu Iayanan nasional selama 3,9 hart dan BKIPM Jakarta II memberikan kontribusi selama 37,8 menit dari waktu tunggu nasiona! selama 2,07 hari.

Dalam bidang Pelayanan Publik, BKIPM berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima menerapkan ISO 9001 yang merupakan standar lnternasional untuk pelayanan publik dan ISO 17025 ; yang merupakan standar internasional laboratorium penguji dl 47 UPTnya. Selain itu diterapkan pula ISO 17020, standar Internasional pada Iembaga lnspeksi di 23 UPT dan implementasi e-payment dengan penggunaan electronic data capture (EDC) di 47 UPT BKIPM.

Tak ketinggalan, selama tahun 2016 BKIPM berhasll mempertahankan angka penolakan ekspor hasil perikanan per negara mitra yang merupakan indikator kinerja utama (IKU) BKIPM tetap berada dlbawah jumlah 10 kasus. Selaln Itu, BKIPM berhasll memenum target jumlah UPI yang memenuhl persyaratan ekspor yaitu dari target sebanyak 575 UPI telah terealisasi sebanyak 663 UPI.

Untuk pengabdian kepada masyarakat, BKIPM menyelenggarakan Bulan Baktl Karantina dan Mutu Hasil Perikanan serentak di 47 UPT BKIPM. Bulan Bakti diisi dengan berbagai kegiatan seperti sosialisasi, publikasl,dlseminasi dan edukasl kepada stake holder, public campaign, coaching clinic dan open house, percepatan layanan dl seturuh UPT KIPM. Dilaksanakan pula gelar aksi pengawasan terpadu, pengawasan bersama Badan POM, Bea Cukal, PSDKP, Kepolisian, Admlnlstratur Bandara/Pelabuhan; Pelepasliaran lobster; Penanaman 1000 batang mangrove dl pantal Bengkulu, Palu dan Denpasar; Keglatan pekan layanan publik dan Donor darah 500 Kantong kenasama dengan PMI dl seluruh UP’T dan Pusat.

Baca juga :  Masyarakat Langkaplancar Dorong H Iwan Sutiaman Untuk Maju Di Pilkada 2020 Kabupaten Pangandaran

Dukungan BKIPM dalam mewujudkan pilar kedaulatan yaltu dengan memberikan layanan dan pengawasan di wilayah perbatasan. Dari 40 lokasi pos lintas batas negara (PLBN), BKIPM telah hadir. d1 27 Iokasl garda depan dart target sebanyak 30 lokasl.

Program BKIPM 2017

Dalam rangka medukung visi dan misi pembangunan kelautan dan perikanan serta pelayanan publlk terhadap pengguna jasa, BKIPM pada tahun 2017 memprlorltaskan peningkatan layanan dan pengawasan di perbatasan dan SKPT pada 3O lokasl darl 41 perbatasan (PLBN dan Garda Batas) sesuai Badan Naslona! Pengelola Perbatasan (BNPP). Selain peningkatan layanan dan pengawasan di perbatasan dan SKPT, BKIPM juga akan mengimplementasikan single sertifkat karantina dan mutu hasil perikanan berbasis elektronik sertifikat. Program prioritas lainnya antara Iain penanganan pelanggaran dan penegakan hukum bidang perkarantinaan dan mutu hasil perikanan, akreditasi Iembaga penguji dan Inspek di 47 Satuan kerjaa, dan pemetaan sebaran hama dan penyakit ikan karantlna (HPIK) dan jenis. ikan yang dilindungi di 220 lokasl kabupaten serta penjaminan produk perikanan ekspor pada 32 negara mitra.

Diharapkan melalui program dan kegiatan tahun 2017 BKIPM dapat meningkatkan kemampuan teknis operasional, law engorcement Cement serta peningkatan pelayanan publik kepada pengguna jasa, sehingga dapat memberikan dukungan kongkrit terhadap kelestarian sumber daya ikan Indonesia serta mendorong iklim usaha yang baik bag! pelaku usaha dan lndustri perikanan nasional. (Sunarto)

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru