oleh

Refleksi 2016 dan Outlook 2017 Upaya Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut dalam Memacu Pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan

Jakarta, Kicaunews.com — Laut adalah masa depan bangsa. Untuk mewujudkan laut yang memberikan kemanfaatan bagi generasi saat ini dan masa depan. Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mencanangkan visi untuk menjadlkan sektor kelautan dan perikanan yang mandiri, maju, kuat dan berbasis kepentingan nasional. Visi ini yang kemudian dlimplementasikan melalui tiga pilar utama, yaitu : kedaulatan (sovereignity), keberlanjutan (sustainability) dan kesejahteraan (prosperity).

Penerapan tiga pilar tersebut sangat terkait dengan peranan dan dukungan Pemerintah.

Daerah sebagai mitra utama pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Pada saat ini pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil juga dihadapkan dengan

tantangan berupa perubahan pola hubungan tata pemerintahan seiring dengan diberlakukannya Undang-undang No 23 tahun 2014 tentang Pemenntah Daerah. Undang-undang ini mengamanatkan kewenangan pengelolaan somber daya laut berada d: tingkat Pemerintah Provinsi yang sebeiumnya Pemerintah Kabupaten/Kota memiliki sepertiga kewenangan Pemenntah Provinsi. Demikian disampalkan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Brahmantya Satyamurti Poerwadi, selasa(10/1).

Pada tahun 2016 terdapat beberapa program di Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut yang secara Iangsung menyasar masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, melestarikan lingkungan dan sumber daya alam laut dan pesisir serta peningkatan kemampuan adaptasi terhadap perubahan iklim yang secara umum dengan hasil output yang sangat memuaskan.

Dibidang konservasi laut penambahan luasan konservasi dari 17.3 Juta Ha (2015) menjadi 17,9 Juta Ha (2016), hal membanggakan ini mengingat Indonesia berkomitmen untuk memiliki Iuasan konservasi perairan sebesar 20 juta Ha pada tahun 2020, di sisi lain dengan adanya Permen KP No. 34/2015 tentang Larangan Pengetuaran Ikan Hiu Koboi dan Hiu Martil dari WPP-NRI ke luar wilayah NRl KKP tetah menyelamatkan 28.256 kg sirip atau setara dengan 141.280 ekor Hiu Martil dan Hiu Koboi. KKP juga telah menyelamatkan dan melepaskan 22.147 ekor penyu yang terdiri dari 20.854 ekor tukik dan 1 293 penyu dewasa serta menyelamatkan 17.791 butir telor penyu sesuai dengan Surat Edaran Menteri KP No. 526/2015 tentang pelaksanaan perlindungan penyu, telur. bagian tubuh dan atau produk turunannya.

Baca juga :  Kodim 0735/Surakarta Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran, Ini Tujuannya

Sementara itu ditahun mi juga Ditjen PRL melaksanakan Rehabilitasi ekosistem pesisir dengan Penanaman Vegetasi Pantai 33.000 Batang, Sabuk Pantai 10.000 Meter, dan penanaman Mangrove 496 930 Batang, Pembangunan instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di dua lokasi di Kab. Semeulue, Ekowisata Pesisir dengan membangun Pusat Restorasi dan pembelajaran Mangrove dan dua Iokasi traking mangrove yang berlokasi di Kab. Pengandaran dan Kab. Sinjai.

Dbidang Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) telah terbangunnya 10.385 meter jalan produksi dan 6 unit Sistem Resi Gudang (SRG), tersalurkannya 489.040 90 meter2 geomembran di 14 Kabupaten/Kota. Disisi produksi garam rakyat mengalami penurunan menjadi 144 009 nbu ton. hal ini dlakibatkan oieh adanya anomali cuaca dan fenomena la nina dimana sepanjang tahun 2016 curah hujan yang tinggi >150 mm/bulan bahkan dibeberapa tempat mencapao 300 mm/bulan.

Dtjen PRL juga menyusun masterplan dan bisnis plan di 10 pulau Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) yaitu Biak, Mentawai. Mimika, Moa. Mentawa, Nunukan.Rote Ndao, Sarmi, Talaud dan Tual. Sampai dengan tahun 2016 jumIah pulau di Indonesia yang telah dibakukan namanya sebanyak 14.572 pulau (telah terverifikasi) yang akan dideposkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa hal ini bertujuan untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Outlook tahun 2017 Ditjen PRL akan melakukan pembangunan 6 unit gudang garam standar SNI 15 Kab/kota Kegiatan Pugar, 2 pulau penyusunan masterplan SKPT. penyusunan 2 dokumen Rencana zonasi kawasan strategi nasional, 5 unit sarana air bersih, 10 800 unit precast concrete breakwater, 1O kilometer sabuk pantai, 11 kilometer struktur hibrid, 2 unit dermaga -jetty apung. 550 pulau pembakuan nama pulau, penanaman 900 ribu batang mangrove serta pembangunan 1 kawasan pusat restorasi dan pembelajaran mangrove (PRPM).

Baca juga :  Perijinan di Kabupaten Bogor Amburadul, intruksi Presiden di Cuekin oleh sang Bupati

Editor : Rahmat Saleh

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru