oleh

Awali tahun 2017 Majelis Dzikir Shalawat Rizqiyyah gelar Dzikir Rutin

Jakarta. KICAUNews.com – Majelis Zikir Shalawat Rizqiyyah kembali menggelar pengajian rutin bulanan di Minggu Ke dua di Masjid Baiturrobi Palmerah Jakbar, Minggu ( 08/01/17).

Seperti biasa Kegiatan dzikir dan ta’lim dikemas dengan acara pembacaan Qosidah Thowilliyyah, pembacaan surat al Wagiah, dzikir shalawat Rizqiyyah, tausiyah dan bedah Aura.

Hadir dalam acara dzikir kali ini Pendiri Majelis Dzikir Shalawat Rizqiyyah, KH. Mustholimin Al Wiyani, pengurus Majelis Dzikir Shalawat Rizqiyyah, Ustadz Ahmad Ilyas Spdi, dan para alim ulama setempat.

Dalam tausiyahnya Kh.Mustholimin Al wiyani menyampaikan tentang kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis, Nabi Sulaiman yaitu salah seorang putra Nabi Daud. Nabi Sulaiman telah memperlihatkan tanda tanda kecerdasannya mulai sejak berumur sebelas th.. Di th. itu sudah terlihat kepandaian berpikir, ketajaman otak serta kecermatan dalam mengambil serta memperhitungkan satu keputusan.

Sesudah Sulaiman cukup usia serta ditinggal oleh ayahandanya, Alloh mengangkatnya sebagai Rosul serta Nabi serta diangkatnya sebagai raja di kerajaan Israil. Sulaiman tidak cuma berkuasa atas manusia, akan tetapi semua makhluk baik binatang serta jin. Nabi Sulaiman bisa mengerti bahasa semua binatang.

Nabi Sulaiman mempunyai istana yang begitu megah serta indah. Istana itu di bangun dengan cara bergotong royong oleh beberapa jin, binatang serta manusia.

Dinding kerajaannya terbuat dari batu pualam, sedang tiang serta pintunya terbuat dari tembaga serta emas, atapnya terbuat dari perak serta hiasan ukirannya dari intan serta mutiara, pasir, berlian. Taman di kerajaan ditaburi oleh mutiara serta lain sebagainya.

Disuatu hari Nabi Sulaiman mengundang semuanya bala tentaranya yang terbagi dalam manusia, jin serta semuanya binatang. Semuanya jenis binatang menghadiri undangan itu, sesudah di check nyatanya ada satu type binatang yg tidak penuhi undangan Nabi Sulaiman, yakni burung hud-hud.

Baca juga :  Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Tanoto Foundation Terapkan Metode MIKIR

Burung hud-hud yaitu mata-mata Nabi Sulaiman yang bertugas untuk mencari semuanya info mengenai bebrapa peristiwa yang perlu di kenali Nabi Sulaiman.

Nabi Sulaiman sedikit kesal akan ketidak hadiran burung hud-hud serta ajukan pertanyaan, ”Dimana kehadiran burung hud-hud, kenapa belum ada juga, walau sebenarnya ada pekerjaan baru yang perlu ditangani, yaitu mencari sumber mata air baru. ” Semuanya terdiam tidak ada yang berani menjawab.

Nabi Sulaiman berhenti bicara, datanglah burung hud-hud dengan nafas yang tersengal-sengal, kelihatannya habis terbang dengan kencang.

Burung hud-hud hampiri Nabi Sulaiman serta berkata, ”Mohon ampun baginda raja, saya barusan mengadakan perjalanan panjang serta saya temukan satu negri di mana negri itu begitu subur, walau demikian ratu serta rakyatnya menyembah matahari. ”

Mendengar narasi burung hud-hud, Nabi Sulaiman kurang yakin. Untuk menyebutkan kebenaran itu Nabi Sulaiman memerintahkan pada burung hud-hud untuk kirim surat pada ratu di negri itu. Negri itu bernama negri Saba yang di pimpin oleh ratu Balqis.

Lalu burung hud-hud kembali pada negri Saba untuk mengemukakan surat. Surat itu berniat dijatuhkan pas tentang kepala Balqis yang tengah tidur.

Ratu Balqis terbangun serta membaca surat itu. Bunyi dari surat itu yaitu Surat ini dari Sulaiman serta sebenarnya suratnya berbunyi, “Dengan nama Alloh yang maha pemurah lagi maha penyayang.

Jangan sampai kalian sombong terhadapku serta datanglah kepadaku sebagai orang yang berserah diri. ” (QS. An-Naml : 30-31). Demikianlah pembukaan dari surat itu.

Dalam surat itu Nabi Sulaiman juga mengajak supaya tak menyembah matahari serta berserah diri pada Alloh. Lalu Ratu Balqis mengadakan perkumpulan dengan beberapa mentrinya untuk mengulas permasalahan ungkapan Nabi Sulaiman itu.

Baca juga :  Peningkatan Kapasitas Panwaslu Kelurahan Se Jakarta Timur

Hasil perkumpulan itu pada akhirnya Ratu Balqis setuju untuk mempersiapkan panglima pilihan untuk mengawalnya ke kerajaan Nabi Sulaiman. Mendengar berita itu burung hud-hud kembali pada Nabi Sulaiman serta bercerita kalau akan tiba panglima perang serta Ratu Balqis ke kerajaan.

Mendengar narasi burung hud-hud, jadi Nabi Sulaiman mengutus pada beberapa prajuritnya dari semua kelompok baik dari manusia, jin ataupun binatang. Nabi Sulaiman mengutus untuk memindahkan kerajaan Balqis ke hadapan Nabi Sulaiman.

Pada akhirnya beberapa jin memindahkan kerajaan Balqis tepat dihadapan Nabi Sulaiman saat itu juga. Nabi Sulaiman lantas bersujud atas kekuasaan Alloh.

Setibanya Ratu balqis di kerajaan Nabi Sulaiman, Balqispun terkagum-kagum bakal kemegahan serta keindahan istana Sulaiman. Lalu Nabi Sulaiman mengajak Ratu Balqis untuk memutari istana. Pada saat tersebut Nabi Sulaiman mengajak Ratu Balqis serta beberapa pengikutnya untuk beriman pada Alloh.

Ratu Balqis saat itu juga membaca Syahadat serta memeluk agama islam beserta pengikutnya. Untuk menyempurnakan keimanan, Ratu Balqis pada akhirnya dinikahi oleh Nabi Sulaiman serta kerajaannya dikumpulkan pada Kerajaan Saba serta Kerajaan Sulaiman.( Sutris )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru