oleh

212 RESAHKAN ANCAM NKRI

Jakarta, Kicaunews.com — DR Arbi Sanit Pakar Sekularis UI menyatakan  Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majlis Ulama Indonesya / GNPF MUI pada 2 Desember 2016 yang dihadiri 7 juta insan dan dibanggakan Umat Islam Indonesya untuk memberikan sanxi pada Ahok Gubernur DKI Penista Agama Islam, Hakekatnya itu axi yang melanggar HAM ganggu pluralis kepentingan umum, macetkan Lalu lintas, mengancam Revolusi kudeta NKRI, harus di adili.

Dinyatakan pada Diskusi Reflexi Akhir 2016 Pulitik dan Penegakan hukum bersama Panelis Dahlia Umar (KPUD DKI) dan Chudri Sitompul SH (Lawyer) dengan Moderator Rouf Chusairy diselenggarakan Kaukus Muda Indonesya Pimpinan Edi Chumaidi di Jakarte Media Center, Kebon Sirih.

Arbi Sanit dan DR Judil Herry Justam tokoh yang dikenal oposan Orba dan Alumni UI, dilanjutkan Arbi, Reformasi yang didominasi PKI lebih buruk dari Orba, terbukti Android lebih banyak fitnah seperti Buni Yani memvonis Ahok sehingga wajar rekannya yang makar dipenjara.

Seharusnya Departmen Agama RI mengontrol MUI yang menekan Demokrasi karna GNPF MUI hanya ibadah bukan hukum positip tak berlaku Muamalah  jangan dipaxakan untuk  bangsa Indonesya, malah Habib FPI pun menista Agama Kristen yang dilaporkan pahlawan PMKRI (Pergerakan Mahasiswa Katolik Republik Indonesya), sehingga PAN & Golkar dukung Ahok.

Kendati RI dikuasai Asing namun sejahtra sehingga Kebenaran Al Qur’an tak boleh kalahkan Daulah NKRI, disayangkan Pemerintah malah ikut dukung Doa bersama 212.

MUI bukan wadah tunggal Muslim, seharusnya Mayoritas Muslim yang telah berikan Pancasila sebagai hadiah toleransi terbesarnya, hormati Minoritas. (Mahdi)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru