oleh

Diduga Tak Sesuai Spek, Aspal Hotmix Jl. Raya di Pemkab Pangandaran Sudah Terkelupas dan Retak

Kab. Pangandaran, Kicaunews.com –Ruas jalan Parigi Pangleseran Kecamatan Parigi yang baru saja selesai dihotmix saat ini menuai tudingan miring dari warga. Pasalnya  proyek peningkatan jalan yang belum genap dua minggu selesai dikerjakan tersebut sudah nampak mengelupas, retak dan menggelembung.

Tudingan miring masyarakat terhadap pemborong atau rekanan pelaksana proyek tersebut cukup beralasan seperti dikatakan Ateng (45), “sepertinya pemborong itu cari untung besar sehingga bahan hotmix yang dipasang kurang berkualitas, yang penting cepat dikerjakan tepat waktu dan cepat dapat untung “, ujarnya dengan nada tinggi.

Selain tudingan miring terhadap rekanan, sebagian warga juga mempertanyakan isian papan proyek yang tidak jelas dan lengkap. Proyek dari Dinas Pekerjaan Umum Perhubungan Komunikasi dan imformantika (Dispuhubkominfo) Kabupaten Pangandaran ini tidak menjelaskan asal sumber dana, no SPK dan volumenya.

Diketahui, Proyek peningkatan jalan dengan nilai kontrak Rp 3.575.733.000.00. yang di Kerjakan  oleh PT BANGUN PILAR PATROMAN tersebut hingga kini terus jadi pergunjingkan “Seenaknya saja menggunakan uang rakyat milyar milyar, hasilnya buruk kayak gini”, ujar seorang warga seraya memicu motornya.

Sememtara itu, Pemerhati Pem­ba­ngunan Jalan dan Jembatan Deni ST mencium adanya kesalahan, saya mencium adanya kesalahan entah dalam perencanaan atau dalam pelaksanaan pekerjaan sebab keduanya terkait menjadi sebab akibat”, katanya.

Dikatakan Deni menjadi tugas pemerintah untuk meninjau kembali satu proyek yang dianggap menuai pergunjingan dan masalah dimasyarakat”, proyek seperti jalan, gedung dan jembatan adalah barang kasat mata dan jelas secara visual sementara banyak orang saat ini sudah pintar dan kritis, jadi pembuatan proyek apapun saat ini harus baik dan benar sehingga tidak menuai polemik dimasyarakat”, ungkapnya.

Ditambahkan Deni, pemerintah harus tegas memberi sangsi dan tindakan nyata kepada para rekanan yang sudah terbukti nakal dan tidak bertanggungjawab, pungkasnya. (Agus/Bd)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru