oleh

Sang Waliyullah Dan Sang Proklamator

Jakarta, Kicaunews.com — Suatu hari Presiden RI pertama, Ir. Soekarno mengutus ajudannya untuk meminta Al Allamah Al Arifbillah Al Habib Alwi bin Muhammad Al-Haddad, seorang Ulama dan Auliya yang merupakan murid dekat Al Imam Al Quthb Al Habib Abdullah bin Muhsin Al-Attas (Keramat Empang Bogor), untuk datang ke Istana Negara. Awalnya Habib Alwi menolak, namun karena ajudan terus datang, maka beliau menyanggupinya.

Ketika tiba di Istana Negara, Soekarno menceritakan berbagai masalah berat yang sedang menimpanya dan memohon Habib Alwi agar mendo’akannya. Beliau pun berjanji akan mendo’akannya. Selang beberapa hari dari pertemuan itu, tanpa diduga selesailah semua masalah Presiden di luar kemampuan dirinya. Soekarno sangat yakin bahwa ini berkat do’anya Habib Alwi.

Soekarno kemudian mengutus lagi ajudannya kepada Habib Alwi untuk mengucapkan terima kasih dan memberi hadiah. Soekarno berkata, “Katakanlah apapun yang Habib mau, saya akan memenuhinya.” Habib Alwi bertanya balik, “Benar apapun permintaan saya akan dipenuhi?” Presiden meyakinkan, “Benar wahai Habib.” Habib Alwi meminta, “Tolong Presiden jangan memanggil lagi saya ke istana, jika ada perlu lagi, utus saja ajudan Presiden ke rumah saya agar tidak mengganggu waktu ibadah saya.” Mendengar itu Sang Presiden merasa takjub dan semakin menaruh hormat kepada Habib Alwi. Begitulah seharusnya akhlak Ulama, selalu menjaga jarak dengan penguasa dan tidak tergiur dengan harta dan hadiah.

Sumber: “17 Habaib Berpengaruh di Indonesia”.

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

1 comment

Berita Terbaru