oleh

KEBANGKITAN PARA WANITA DAN IBU MENJADI UJUNG TOMBAK KUALITAS BANGSA

Jakarta, Kicaunews.com — Yayasan Riyadhatul lhsan yang menaungi Lembaga Pendidikan Ketauhidan ISAQ Education Center, pada hari inl menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema ” Kebangkitan Para Wanita dan Ibu Menjadi Ujung Tombak Kualitas Bangsa”

Bertempat di Gedung Museum Kebangkitan Nasional (STOVIA), Jl. Abdul Rachman Saleh No 26 Senen Jakarta Pusat, seminar yang dihadiri oleh pelajar, mahasiswa, organisasi wanita, guru-guru dan peserta lintas lembaga lintas agama dan lintas profesi ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ibu dan Hari Sosial.

Seminar Nasional lnl dlawali dengan sambutan dari Hj. Yuni Budiastutl, SE, MBA selaku Pemimpin Redaksi Holistlk Kehidupan dan menghadirkan beberapa narasumber yaitu DR. Fal. Arovah Windianl, SH, MH (wakil Ketua Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUl Pusat) yang menyampaikan tentang Kebangkitan Para Wanita Menjadi Ujung Tombak; dilanjutkan dengan paparan dari Drs. H. Djoko Susilo MA (Anggota Dewan Pembina Riyadhatul lhsan) bahwa Apa Yang Kita Tanam Hari Ini. Tentu Akan Kita Tuai Kemudian. Selanjutnya, Hj. Sriyani (Buletin Holistik Kehidupan) membahas tentang ”Hakikat Ibu Sebagai Tiang Penyangga” dan pada akhlr seminar DRUM.rer.nat. Ir. Hj. Krisnani Setyowati (Direktur LPTIT Tunas Sejati) mengulas tentang ”Wanita-wanita Tiang Penyangga”.

Acara yang dikemas dalam bentuk Talkshow yang dipandu oleh Ibu Sedardjuningsih (Sekretaris ISAQ Education Center) ini juga dimeriahkan dengan beragam tampilan seni karya Ibu Susilawati Susmono, yang memiliki makna yang sangat dalam. Tampilan seni yang dibawakan oleh ISAQ Talents mencakup pembacaan puisi yang berjudul ” Oh Para Jiwa-Jiwa Yang Sunyi” oleh Sandy Feriando; tampilan lagu berjudul ”Keikhlasan” oleh Saskia Tasnim Utami dan ISAQ Talents diiringi oleh Tomi Tri Andianto dan Bapak Soekardono Utomo; tampilan tari dan lagu Terkuak oleh Saskia Tasnim Utami dan ISAQ Talents serta tampilan tari dan lagu “Kebenaran Hakiki” oleh Saskia Tasnir diiringi para penari dari ISAQ Talents. Selain itu juga ditampilkan lagu karya Said Effendi berjudul ”Surga Ditelapak Kaki Ibu” oleh Bekti Baskoro diiringi oleh Tomi Tri Andianto dan Bapak Soekardono Utomo serta Lagu “Bunda” karya Melly Goeslaw yang dibawakan oleh Saskia Tasnim Utami.

Baca juga :  Ciptakan Kamseltibcar Lantas, Jajaran Polsek Bandung Kidul Lakukan Gatur Lalin Siang 

Pesan-pesan yang diangkat dalam Seminar Naslonal inl adalah tentang pentingnya peran ibu dalam sebuah bangsa, apakah menjadi akar masalah atau pemecahan dari masalah. Hal ini tentu tergantung dari akumulasi kualitas Ibu dalam sebuah bangsa. Penyakit sosial yang banyak terjadi di masyarakat termasuk para koruptor dan penjahat kemanusiaan lainnya tentu tidak terlepas darl kualitas para Ibu. Begitu pula dengan banyaknya manusia unggul yang lahir di dunia, semua tidak terlepas dari para Ibu. Jadi seorang Ibu harus menyadari bahwa dirinya berperan mencetak manusia berkualitas balk atau buruk. Ibu adalah tiang penyangga. Bila tiang itu bengkok, keropos maka rusaklah suatu bangunan. Oleh karena itu, kita hendaknya juga mempelajari bagaimana kualitas para Ibu yang mengenal Tuhan dl masa lampau, seperti kisah Ibu Nabi Musa, Maryam, Siti Hadjar, Siti Khadijah yang mampu menjadi penyangga dan melahirkan para Nabi dan orang-orang shaleh. Kita mengenal tiang sebagai pokok bangunan yang berfungsi untuk menyangga. Penyanggaan adalah peran pentlng seorang lbu. Seberapa kuat ia menyangga ruhNya yang ditiupkan ke dalam rahim. Oleh karena itu para Ibu bangkltlah dan jadilah tiang penyangga untuk melahirkan keturunan yang cemerlang. lnl yang diharapkan bangsa Indonesla sesuai yang dicita-citalan

kakek nenek moyang klta.

Semoga pesan~pesan yang disampaikan dalam seminar ini, gaungnya mampu mencapai pelosok negeri dan mengingatkan kita semua tentang pentingnya kebangkitan para wanita dan ibu sebagai ujung tombak kualitas bangsa.

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru