oleh

Agus-Sylvi : Jakarta Untuk Rakyat

Jakarta, Kicaunews.com — Jakarta sebagai Daerah Khusus Ibukota Jakarta, kota metropolitan terbesar   keenam di dunia, bagaikan kampung besar yang sarat problematika sosial. Dengan jumlah penduduk hampir 10 juta jiwa yang menempati wilayah seluas 740,3 km2, maka tingkat kepadatannya mencapai 12.978,2/km2.

Berdasar fakta dan data tersebut maka Jakarta adalah kota dalam kubangan masalah sosial yang sangat kompleks. Kemacetan akut, banjir, kriminalitas tinggi, narkoba, teroris, tawuran antar pelajar, mahasiswa, warga maupun antar ormas. Belum lagi soal pengangguran, kemiskinan, urbanisasi,  penggusuran kampung miskin, penggusuran lahan informal yang menjadi hajat hidup sebagian besar warga Jakarta.

Jakarta adalah pusat segala aktivitas dan kepentingan  sosial, politik, hukum, keamanan, pertahanan, budaya,  bisnis, dari skala nasional hingga internasional  bertumpuk dan bergelindang bukan hanya menjadikan Jakarta super sibuk, namun juga menyimpan potensi konflik kepentingan yang sangat tinggi. Kepentingan-kepentingan bisnis besar nyaris semua berebut lahan Jakarta yang makin hari makin sempit.

Celakanya, rakyat sebagai bagian terlemah dalam sistem bernegara selalu menjadi kelompok yang selalu kalah dan dikalahkan, tersingkir dan terpinggirkan. Menurut catatan BPS DKI Jakarta tahun 2012, penduduk Jakarta terdiri dari suku Jawa (35,16%), Betawi (27,65%), Sunda (15,27%), Tionghoa (5,53%), Batak (3,61%), Minang (3,18%), Melayu (1,62%), lain-lain (7,98%). Mayoritas pendududuk DKI Jakarta pada 2014 beragama Islam, mencapai 8,34 juta jiwa atau 83 persen dari total populasi, yaitu 10 juta jiwa. Sementara warga Jakarta yang beragama Kristen mencapai 862,9 ribu jiwa dan Katholik 404,2 ribu jiwa, sisanya Hindu, Budha, dan agama atau kepercayaan lainnya.

Solusi dari semua kompleksitas persoalan Jakarta, pertama ; seorang gubernur yang kuat, cerdas, kreatif dan visioner. Yang mampu menjaga keseimbangan antara yang kaya dan yang kurang beruntung agar Jakarta tidak sekedar penuh dengan proyek-proyek mercu suar, bermegah-megahan tapi mengorbankan dan menyingkirkan rakyat kecil tak berdaya.

Baca juga :  Secara Politik, MKJ : Wajar Orang Betawi Tolak Ahok

Seorang Gubernur yang mampu dan siap bekerja keras untuk membuat Jakarta lebih maju, Jakarta yang sejahtera, Jakarta yang hijau agar nyaman untuk rakyatnya. Kedua ; mengingat Jakarta adalah kota yang penduduknya sangat majemuk, terutama dari latar belakang suku, etnis dan agamanya, maka dibutuhkan seorang Gubernur yang tegas, namun toleran, dan mengayomi,  yang mampu melindungi semua warganya.

Saling menghormati, menghargai keragaman suku dan agama, hidup berdampingan agar tercipta Jakarta yang aman, dan Jakarta yang adil. Kedua solusi tersebut terangkum dalam visi-misi calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut satu, yakni pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.

Pasangan yang ideal untuk memimpin Jakarta. Seorang militer yang demokratis dan birokrat yang berpengalaman. Kita yakin dan percaya bahwa Agus Yudhoyono yang berpasangan dengan Sylvian Murni mampu menjadi pemimpin Jakarta yang akan membawa kesejahteraan dan keadilan bagi warganya,membangun Jakarta yang berpihak kepada rakyat,  memajukan kota untuk peradaban yang memuliakan sesama manusia.
Penulis : Ali Sodikin ( Aktivis )

Sumber :kompasiana.
com/alisodikin/agus-sylvi-jakarta-untuk-rakyat

( A Widhy )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru