oleh

Warga RT 002 Perumnas 2 Parung Panjang pilih langsung ketua RT

Bogor, KICAUNews.com — Pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) 002/RW 010 Kelurahan parung panjang , Bogor, Jawa Barat dilakukan layaknya pemilihan umum (Pemilu) presiden. Pemilihan Ketua RT dilakukan secara langsung dan terbuka.

Pantauan KICAUNews.com di lokasi pemilihan Ketua RT 002, Minggu (18/12/2016), puluhan orang mengantre untuk masuk ke bilik suara untuk memilih salah satu calon ketua RT. Layaknya Pemilu Presiden, ada sejumlah panitia Pemilu yang dibentuk oleh pengurus RT. Penyelenggaraan Pemilu itu juga dilengkapi dengan bilik suara dan kotak suara bekas pemilu pilpres.

Gambar Tiga calon ketua RT dipampang di papan pengumuman beserta daftar pemilih tetap (DPT) yang berhak memberikan hak suaranya di pemilihan ketua RT itu.

Panitia pemilihan memanggil satu per satu pemilih yang sudah mengantre di kursi yang disediakan panitia. Pemilih akan mendapatkan selembar kertas yang berisi  gambar calon ketua RT. Selanjutnya, pemilih masuk ke bilik suara dan memasukkan kertas suara itu ke kotak suara.

Ketua 002/RW 010 Kelurahan parung panjang , Slamet kasmuri , mengatakan pemilihan ketua RT 002 secara langsung layaknya pemilihan presiden ini memang ke tiga kalinya diselenggarakan. Biasanya, pemilihan ketua RT hanya dilakukan pada rapat RT dan pemilihnya hanya bapak-bapak yang ikut dalam rapat itu. Tetapi, di pemilihan RT secara langsung ini seluruh warga yang menjadi terdaftar sebagai pemilih bisa memberikan suaranya.

Uniknya dalam pemilihan RT kali ini di sediakan Doorprize yaitu peralatan rumah tangga bagi pemilih yang telah selesai memilih dibuktikan dengan pencelupan jari kelinking ke bak tinta bisa langsung mengambil satu kupon yang di sediakan panitia di toples dan jika beruntung pemilih bisa menukarkan dengan hadiah yang tersedia.

Baca juga :  Tragedy 24 Juli di DPD Golkar Indramayu Berujung Dilaporkan Kepolres

223 Pemilih
Ruddy selaku ketua panitia mengatakan ada 223 pemilih yang berhak untuk menyalurkan suaranya dalam pemilihan ketua RT tersebut. Untuk batas usia pemilih tidak menggunakan aturan sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang mengharuskan pemilih berusia 17 tahun atau sudah ber-KTP. Tetapi, setiap warga yang lahir pada tahun 1999 sudah memiliki hak suara.

“Kalau Pemilu Presiden kan usianya minimal 17 tahun, tetapi di pemilihan ketua RT ini minimal 16 tahun,” kata Ruddy kepada KICAUNews.com, Minggu.

Lebih lanjut, kata Ruddy, kegiatan ini untuk memberikan pembelajaran politik kepada masyarakat. Selain itu, untuk pemilih pemula juga bisa belajar mengenai Pemilu.

Untuk calon ketua RT, awalnya panitia pemilihan melakukan verifikasi kepada warga yang dianggap mampu menjadi ketua RT. Ada 5 kandidat yang dianggap mampu menjadi ketua RT, kemudian yang bersangkutan diminta komitmen, tetapi hanya Tiga calon yang bersedia untuk dicalonkan.

“Ini supaya lebih meriah. Karena selama ini pemilihan ketua RT kan hanya dilakukan secara internal saja dan terkadang aklamasi. Dengan adanya pemilihan langsung kan juga masyarakat bisa ikut memilih,”. Mengenai pembiayaan pemilihan tersebut, kata Ruddy, itu merupakan hasil sumbangan Kepala desa parung panjang dan swadaya masyarakat.( Sutrisno )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru