oleh

Dari Final Lomba Desain Baju Adat, Culinary Night Hingga Nonton Bareng Piala AFF 2016, ini yang dilakukan Pemkot Tangerang guna Meningkatkan Budaya Kota Tangerang

Jakarta, Kicaunews.com — Final lomba Lomba Desain Baju Adat Khas Kota Tangerang digelar bersamaan dengan Culinary  night dan nonton bareng (nobar) final AFF dipasar lama sabtu pekan lalu.

Dari 100 peserta yang terdaftar 7 finalis berhasil memamerkan hasil karya dihadapan masyarakat kota tangerang yang sejak petang memenuhi area wisata jajanan terbesar dikota tangerang tersebut.

“hari ini sebenarnya Culinary night, ada nobar juga dan desain baju adat kota tangerang, Kata R. Rina Hernaningsih Kepala Disporparekraft Kota Tangerang kepada wartawan.

Menurutnya hasil karya desain yang terbaik nantinya akan digunakan disetiap kegiatan dikota tangerang

“ya nanti kita arrange lagi,”Katanya.

Diutarakan Rina, digelarnya desain baju adat lantaran pemerintah kota tangerang menginginkan adanya ciri khas tersendiri.

“saat ini kan belum ada busana yang mencirikhaskan kota tangerang, nah dari itu disporparekraf berinisiatif untuk kegiatan ini,”Jelasnya.

Sementara itu budayawan asli kota tangerang Mustaya Nata direja menyambut positif kegiatan tersebut.

“dengan kegiatan ini, artinya kita meningkatkan, mengembangkan, dan menggali budaya kota tangerang,”Katanya.

Dengan adanya kegiatan tersebut, Imbuh Nata, diharapkan akan menghasilkan busana adat khas kota tangerang yang sesuai diharapkan warga kota tangerang.

“mungkin bisa terinspirasi dari pahlawan Nyi Mas Melati atau pintu air 10 yang menjadi ikon kota tangerang, dan tentunya tidak ketinggalan kultur dari ahlakul karimah yang sudah melekat pada masyarakat kota tangerang,”Pungkasnya.

Untuk diketahui, pada pagelaran tersebut Diva salah seorang perserta lomba desain tersebut berhasil meraih juara pertama dan berhak menerima uang pembinaan sebesar 12 Juta Rupiah.

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru