banner 728x250

Tahun 2016, Dinas Pertambangan dan Mineral Kaltim : Kecelakaan Sektor Pertambangan Meningkat

  • Bagikan
banner 468x60

Kaltim, kicaunews.com —– Kecelakaan kerja di sektor pertambangan batu bara di Kaltim meningkat. Pasalnya, Hingga akhir 2016 Dinas Pertambangan dan Mineral (Distamben) Kaltim mencatat setidaknya terdapat 22 kejadian kecelakaan kerja berkategori fatal. Tujuh di antaranya mengakibatkan pekerja meninggal dunia. Adapun, mayoritas kecelakaan disebabkan longsor.

Seperti dikutip dari halaman kaltimpost, Inspektur Tambang Distamben Kaltim Djulson S Kapuangan mengatakan saat menggelar pertemuan dengan kepala teknik tambang (KTT) se-Kaltim, kemarin (9/12/2016).

banner 336x280

Djulson menyebut, tren kenaikan kecelakaan kerja tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Seperti banyaknya perusahaan yang belum menjalankan rencana kerja tindak lanjut (RKTL).

Kemudian, kejadian longsor, pada beberapa kejadian yang diinvestigasi Distamben Kaltim, ditemukan banyak tanggul yang tidak berfungsi. Jika disesuaikan dengan RKTL, mestinya di setiap atas tanggul mesti dibuat saluran air agar kestabilan lereng terjaga. Dengan begitu, ancaman longsor bisa terantisipasi.

“Sementara data lengkap belum kami publikasikan. Awal 2017 setelah pelaporan final baru, kami sampaikan semua. Yang pasti, kecelakaan tambang memang mengalami peningkatan drastis,” ungkap Djulson.

Dia mengatakan, saat ini, Distamben Kaltim terus menyosialisasikan budaya dan tata kelola perusahaan yang baik dalam menjamin keselamatan kerja di pertambangan. Menjalankan visi dan misi, patuh terhadap hukum, kerja sama, dan transparan.

Khusus 2016, kecelakaan tambang meningkat disebutkan tak lepas dari kondisi alam yang cukup ekstrem. Sepanjang tahun, hujan yang mengguyur cukup lebat. Namun, hal tersebut tidak bisa jadi alasan. Tetap menjadi tanggung jawab perusahaan untuk mengantisipasi.

Selain itu, ia menyebutkan, harga batu bara yang mulai merangkak naik juga mesti diwaspadai. Perusahaan tambang mesti memerhatikan kualitas alat yang digunakan. Sebab, jika kondisi alat tidak baik, bisa mengancam keselamatan pekerja di lapangan. Apalagi, kondisi sekarang masih sangat minim kreditur yang mau memberikan pinjaman kepada perusahaan.

Baca juga :  Warga Protes Keras, Kepala Desa dan Aparat Desa Dapat Bansos

“Banyak pakai alat bekas. Tapi aspek keselamatan tidak boleh asal-asalan. Makanya KTT kami kumpulkan dan imbau agar memerhatikan keselamatan pekerja,” pungkasnya.

Sumber : kaltimpost

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *