oleh

Buruknya Pelayanan dan Fasilitas Jalan Tol, Aktifis Fraksi Infrastrukur Akan Mendesak Presiden RI Mencopot Direksi PT Jasa Marga Muhammad Najib Fauzan dan Hasanudin

Jakarta, kicaunews.com – Menindaklanjuti hasil monitoring relawan anti korupsi terkait Kenaikan tarif di 15 ruas jalan tol oleh PT. Jasa Marga beberapa bulan belakangan terakhir dinilai tidak ada perubahan secara signifikan. Pasalnya, pelayanan yang diberikan masih jauh dibawah standar pelayanan minimum (SPM). Dimana dengan meningkatnya volume lalu lintas dan terbatasnya kapasitas jalan tampaknya minimnya fasilitas, kerusakan jalan serta meningkatnya jumlah kecelakaan berdampak pada berkurangnya kenyamanan pengguna jalan tol sehingga jumlah keluhan pelanggan cenderung meningkat sepanjang tahun 2016 dengan keluhan antara lain asal hujan jalan tol banjir, banyak lubang dan jalan bergelombang.

Selain itu, antrian di gerbang-gerbang tol sangat parah ditambah Puncak kekecewaan para pelanggan Tol disebabkan karena baru beberapa bulan lalu. Dimana tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek dinaikkan tarifnya dan seharusnya pelayanan bisa ditingkatkan. justru diperparah pada bulan November Kejadian Banjir di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 37+500 pada Minggu (13/11/2016) bulan kemarin.

Dalam keterangan rilis yang diterima redaksi KICAUNews.com Selasa Malam 13/12/2016, sekumpulan Pemuda yang mengatasnamakan Front Relawan Anti Korupsi Infrastruktur (FRAKSI INFRASTRUKTUR) akan menuntut dan mendesak Presiden Jokowi dan Kementerian BUMN untuk segera melakukan pembenahan dan penyegaran serta memeriksa para pejabat ditubuh PT. Jasa Marga.

Seperti dikatakan Ketua Umum Fraksi Infrastruktur Tajuddin Kabbah, sampai saat ini dari kenaikan harga tarif tol dinilai belum berdampak hasil yang maksimal. Bahkan parahnya lagi pada bulan November Lalu tepatnya Minggu (13/11/2016) Kejadian Banjir di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 37+500.

“Tarif Naik ko Fasilitas gak ikut membaik, ini sudah jelas ada yang tidak beres di perusahaan berplat merah. Jangan sampai gara-garah ulah oknum di tubuh perusahaan berplat merah yang ingin memperkaya diri menodai dan merusak Program NAWA CITA,” Tegasnya.

Baca juga :  Woww… Investasi Singapura Meningkat di Indonesia

Tajuddin Kabbah menambahkan, Sesuai amanah Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan di mana penyesuaian tarif tol akan dilakukan setiap 2 tahun, Namun jangan sampai tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan. Sementara PT. Jasa Marga dalam kinerjanya mengalami berbagai hal yang menyebabkan ketidakefisienan, ketidakefektifan dan ketidakhematan yang kesemuanya berpotensi mengakibatkan kerugian perusahaan dan kerugian negara.

Dalam surat aksi yang dikirim ke redaksi, Fraksi Infrastruktur juga meminta Presiden Jokowi harus mencopot struktur direktur yang diisi orang lama seperti Muhammad Najib Fauzan, dan Hasanudin. Karena tidak menutup kemungkinan dampak buruk kinerja pelayanan PT. Jasa Marga karena masih diisi oleh orang lama dan Pemerintahan Jokowi harus segera melakukan pergantian agar perusahaan BUMN plat merah tersebut bisa maju dalam pelayanan dan penerimaan untuk Negara bisa meningkat.

“Untuk itu Front Relawan Anti Korupsi Infrastruktur (FRAKSI INFRASTRUKTUR) akan menyikapi dengan melakukan aksi unjuk rasa untuk mendesak dan mendukung Pemerintahan Jokowi-JK untuk segera melakukan reformasi Manajemen perusahaan BUMN di PT. Jasa Marga,” akunya.

Lebih jauh Tajuddin Kabbah mengatakan, kita akan turun aksi kamis 15 Desember 2016 besok serta pada hari Jum’at  dan senin untuk menyuarakan fenomena ini di beberapa tempat seperti Depan Istana Presiden, Kantor KPK RI, Kantor Kementerian BUMN dan beberapa dikawasan Pintu Tol di Jakarta sebagai bukti ketidakberesnya kinerja direksi PT. Jasa Marga dalam mengelola anggaran yang begitu besar.

“Kami juga akan mendesak KPK RI untuk menyidik dugaan korupsi dan gratifikasi di PT. Jasa Marga terkait buruknya pelayanan serta pemeliharaan jalan tol,” jelasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah menetapkan kenaikan tarif tol pada ruas Tol Jakarta-Cikampek yang menghubungkan jalan tol dari Cawang ke Cikampek dan melintasi Kota Jakarta Timur, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang dan Purwakarta, pada 22 Oktober 2016. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 799/KPTS/M/2016 tanggal 14 Oktober 2016 lalu tentang Penyesuaian Tarif Tol pada Ruas Tol Jakarta-Cikampek.(Red)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru