oleh

Bulan Rabiul Awwal adalah suatu bulan yang sangat bersejarah di dalam kehidupan manusia,

Jakarta, KICAUNews – Majelis Dzikir Shalawat Rizqiyyah kembali menggelar pengajian rutin bulanan yang diikuti Ratusan jamaah di Masjid Baiturrobi Palmerah Jakbar. Minggu ( 11/12/16 ).

Dzikir rutin tersebut dihadiri oleh Pendiri Majelis Dzikir Shalawat Rizqiyyah, KH. Mustholimin Al Wiyani, pengurus Majelis Dzikir Shalawat Rizqiyyah, Ustadz Ahmad Ilyas Spdi dan para alim ulama setempat.

Kegiatan dzikir dan ta’lim ini dikemas dengan acara pembacaan Qosidah Thowilliyyah, pembacaan surat al Wagiah, dzikir shalawat Rizqiyyah, tausiyah dan bedah Aura.

Dalam tausiyahnya KH.Mustholimin membahas mengenai kisah Nabi Muhammad SAW. Bulan Rabiul Awwal adalah suatu bulan yang sangat bersejarah di dalam kehidupan manusia, karena pada bulan ini atau tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun gajah, telah dilahirkan seorang pemimpin umat manusia yang merupakan rahmat bagi seluruh alam semesta. Beliau itu adalah junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang telah menyelamatkan kita dari kekafiran, kezaliman, kesewenang-wenangan dan perilaku jahiliyah lainnya. Melalui beliau Allah menunjukkan manusia menuju alam yang penuh cahaya keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Oleh sebab itu ada baiknya bulan Rabiul Awwal itu kita jadikan sebagai sarana dan media untuk mengumpulkan kaum muslimin di masjid-masjid, majelis ta’lim dan tempat-tempat lainnya dengan beberapa tujuan, diantaranya :

1. Untuk menanamkan, memupuk, dan menambah rasa Mahabbah (kecintaan) kita kepada Rasulullah SAW
Tujuan tersebut dikarenakan Rasulullah SAW adalah penyampai risalah dari Rabbnya. Allah telah mensejajarkan dan menempatkan secara bersama-sama antara ketaatan kita kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. Sedangkan Nabi SAW lebih utama dari kita, sebagaimana yang firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 6:

النَّبِيُّ أَوْلٰى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ……… (الاحزاب : ٦)
Artinya :
“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri.”
Karenanya, kita harus cepat-cepat menyatakan loyal kepada Nabi SAW dan menyintainya, melebihi besarnya cinta kepada diri kita sendiri. Beliaulah yang memberikan petunjuk kepada kita akan kebenaran, sementara kita selalu cenderung untuk mengikuti hawa nafsu, sedang hawa nafsu selalu mengajak kepada kejahatan.
Beliaulah yang mengajak kita masuk ke dalam surga, sementara nafsu menganjurkan agar kita lari darinya. Beliaulah yang menghalangi agar kita tidak terjerumus ke dalam neraka sementara nafsu mendorong kita untuk memasukinya. Oleh karena itu, Rasulullah SAW memerintah Umar bin Khattab untuk mencintai beliau melebihi cintanya terhadap dirinya sendiri. Loyalitas kita kepada Allah, karena Dialah Pemberi Nikmat, dan menunjuki ke jalan yang lurus. Sedang loyalitas kepada Rasul-Nya karena beliaulah penyampai risalah-Nya. Allah berfirman :

Baca juga :  Majelis Dzikir Shalawat Rizqiyyah Bersikan Makam

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ

Artinya :
“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya” (QS. At Taubah : 24)
Dengan demikian, sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mendahulukan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya dia dalam hati, lebih dari segala apa atau siapa saja yang dicintai, lalu kita berdiri menunggu-nunggu perintah dari Allah dan Nabi-Nya.

2. Untuk mengungkapkan kembali sejarah kehidupan Rasulullah SAW kemudian diteladani Selanjutnya mutiara-mutiara sejarah kehidupan Rasulullah SAW ini dapat kita jadikan pelita obor jihad perjuangan kita di masa kini. Dalam menyambut dan memperingati maulid nabi Muhammad SAW marilah kita telusuri dan kita hayati perilaku hidup Rasulullah SAW, yang selanjutnya, marilah kita jadikan acuan di dalam berjuang di jalan Allah SWT dan di dalam aktivitas kita sehari-hari, Allah berfirman :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (الاحزاب :٢١)
Artinya :
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu contoh teladan yang baik bagimu, ialah bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut akan Allah.” (QS. Al Ahzab : 21)
Dengan demikian kelahiran beliau, kita umat manusia seluruh dunia mendapatkan rahmat yang tidak terhingga, yakni berupa cahaya hidayah yang dapat menembus kegelapan jahiliyah. Allah SWT berfirman dalam surat Al Anbiyaa’ ayat 107 :

Baca juga :  Majelis Dzikir Shalawat Rizqiyyah Bersikan Makam

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Artinya :
“Dan tiadalah Kami mengutus engkau wahai Muhammad, melainkan menjadi rahmat bagi semesta alam.” ( Tris )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru