oleh

Pengamat terorisme: berbagai aksi pengeboman yang terjadi di berbagai belahan dunia dalam 24 jam terakhir memiliki keterkaitan dengan jaringan pelaku terorisme di Bekasi

Jakarta, Kiaunews.com — Pengamat terorisme dan intelijen Universitas Indonesia, Ridwan Habib, mengatakan berbagai aksi pengeboman yang terjadi di berbagai belahan dunia dalam 24 jam terakhir memiliki keterkaitan dengan jaringan pelaku terorisme di Bekasi. Menurutnya, kepolisian harus melakukan verifikasi terlebih dahulu terkait hal ini.

“Yang di Mesir itu kan yang kena bom di Kairo itu Gereja Kristen Koptik. Bisa saja memang pelakunya dari kalangan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Tapi yang di berbagai belahan dunia lain, belum bisa dipastikan sekarang,” kata Ridwan saat di hubungi, Senin (12/12/2016).

Ridwan mengatakan Polri perlu melakukan verifikasi terlebih dahulu apakah jaringan teroris yang baru saja ditangkap di Bekasi betul memiliki keterkaitan dengan jaringan pelaku yang melakukan pengeboman di banyak kota di luar negeri dalam 24 jam terakhir. “Memang sekarang ISIS ada perubahan strategi. Kini mereka tidak lagi memilih-milih tempat yang jadi sasaran. Ini terkait strategi mereka yang istilahnya kembali ke barak. Di Timur Tengah, kelompok ISIS kembali ke gurun pasir dan membaur dengan suku-suku tradisional yang hidup disana,” ujar Ridwan.

Di Indonesia, para aktvisi ISIS ini membaur dengan masyarakat di wilayah pemukiman penduduk yang padat. Mereka terkadang menyewa rumah atau bahkan sebuah kamar kos. “Yang pasti mereka tidak lagi pilih-pilih target sasaran. Yang penting sasaran bisa kena dan mereka mendapat publikasi yang luas. Ini menjadi bukti bagi mereka kepada pihak ISIS di pusat bahwa mereka telah melakukan amaliah di wilayah negaranya masing-masing,” tutup Ridwan.

Sebagaimana diketahui, telah terjadi serangkaian peristiwa pengeboman di berbagai belahan dunia dalam 24 jam terakhir. Antara lain Istanbul dengan korban tewas 39 orang, Kairo dengan korban tewas 28 orang, Aden dengan korban tewas 60 orang, Mogadishu 29 dengan 29 korban tewas, Kenya dengan 40 korban tewas, Nigeria dengan 160 korban tewas.

Baca juga :  Kapolri: 3 WNI Jadi Peran Penting Gerakan ISIS

Di Indonesia, polisi telah menangkap jaringan teroris di Bekasi. Terduga teroris kabarnya akan meledakkan bom di Istana Negara pada Minggu (11/12/2016). Para terduga teroris yang ditangkap disinyalir merupakan bagian dari jaringan teroris Bahrun Naim. Saat ledakan bom di kawasan Sarinah, jalan Thamrin, Jakarta pada 14 Januari 2016, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian (kini Kapolri,red) mengatakan Bahrum Naim merupakan pemimpin ISIS asal Indonesia.

Sumber : suara.com

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru