oleh

TANAMKAN RASA KEMANUSIAAN UNTUK MENUMBUHKAN KEADILAN & ADAB KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA, ALAM SEMESTA DAN SEISINYA SERTA SESAMA MANUSIA

Jakarta, Kicaunews.cm — Yayasan Riyadhatul lhsan yang menaungi Lembaga Pendidikan Ketauhidan lSAQ Education Center, pada hari ini sabtu (10/12/2016) menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema: ”Tanamkan Rasa Kemanusiaan Untuk Menumbuhkan Keadilan & Adab Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Alam Semesta dan Seisinya Serta Sesama Manusia”

Bertempat dl Gedung Joang 45, Jl. Menteng Raya No. 31, Jakarta Pusat, seminar yang dihadiri oleh pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, guru-guru dan peserta lintas lembaga, lintas agama dan lintas profesi ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi dan Hak Asasi Manusia.

Seminar Nasional ini diselenggarakan dalam bentuk obrolan santai dan tampilan seni, yang diawali dengan sambutan dari Ir. Hj. Sandra Sahelangi MBA selaku Ketua Yayasan Riyadhatul Ihsan dan menghadirkan beberapa narasumber yaitu Bpk. Erry Riyana Hardjapamekas SE (Mantan Wakil Ketua KPK); Bpk. DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH. (Ahli Pidana Kasus Penodaan Agama, Perwakilan MUl), lbu Hj. Yuni Budiastuti, SE, MBA (Pemimp’m Redaksi Buletin Holisuk Kehidupan); DR. Elisa Anggraeni, STP, MSc. (Buletin Holistik Kehidupan) dan Bpk. Bima Himawan Ramantika ST, MM (Direktur ISAO. Education Center).

Acara yang dipandu oleh Bpk. Bima Himawan Ramantika ST, MM (Direktur ISAQ Education Center) ini disampaikan dalam 3 segmen dan dimeriahkan dengan beragam tampilan seni karya lbu Susilawati Susmono, yang memiiiki makna yang sangat dalam. Tampilan seni yang dlbawakan oleh lSAQ Talents mencakup pembacaan puisi yang berjudul ”Nasihat Kepada Diriku”; tampilan Tari Kosongkan, Tari Dhandanggula, Tari Syukur serta tampilan Iagu berjudul Sesal, Terpiatu dan Syukur.

Pesan-pesan yang diangkat dalam Seminar Nasional ini adalah bahwa korupsi bukan hanya diatasi dengan cara kuratif (penlndakan), tetapi juga preventif (pencegahan). Ibarat virus yang selalu ada, kita hendaknya jangan lupa membangun sistem kekebalan tubuh antl korupsi dalam dirl kita dan anak-anak bangsa, agar klta menang melawan ego kita. Demikian pula dalam aspek hukum. Hukum harus senantiasa ditegakkan tanpa pandang bulu dan harus merujuk kepada hukum yang tertinggi yaitu hukum Allah SWT, bukan akal-akalan manusla.

Baca juga :  Gerbang Desa Adakan Seminar Pemantapan Pendidikan Karakter

Mari kita sadari, bahwa setiap peristiwa yang dlhadirkan dihadapan kita, adalah atas izin Allah dan tentunya selalu ada pesan Allah kepada manusia. Kita hendaknya jangan terlalu mudah menghakimi, kecuali jlka memang kita adalah orang-orang yang diberikan hak untuk ltu. Peristiwa 212, membangunkan kita untuk selalu dapat memberilran respon positif atas apapun yang dihadirkan Allah kepada bangsa Indonesia. Hal ini hendaknya kita syukuri bersama. Apabila kita adalah umat muslim yang cerdas, tentu kita akan saling mendorong untuk mencerdaskan bangsa.

Pancasila dihadirkan kepada bangsa Indonesia untuk menghlndarkan bangsa lni dari kejahatan kemanusiaan, seperti korupsi dan pelanggaran HAM. Mari kita taklukkan ego kita, berjalan bukan atas kehendak kita, namun atas kehendak Allah, sehingga dapat menjadi manusia Indonesia yang mampu mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab. Semoga pesan-pesan yang dlsampalkan dalam seminar lni, gaungnya mampu mencapai pelosok negeri dan mengingatkan kita semua tentang pentingnya menanamkan rasa kemanusiaan untuk menumbuhkan keadilan dan adab kepada Tuhan Yang Maha Esa, Alam Semesta dan Seisinya serta Sesama Manusia.

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru