oleh

Ini Sosok Politisi Sejati Kabupaten Pangandaran

Pangandaran, Kicaunews.com — Tidak Disangka dan tidak dinyana bahwa H Jeje Wiradinata Bupati Terpilih Kabupaten Pangandaran yang nampak dari luar sepertinya orang yang tidak pernah guyonan tapi dipanggung  pada sela-sela keseriusan pidatonya kadang layaknya seorang pelawak yang mampu menggoyangkan perut dengan gelak tawa dengan meriahnya tepuk tangan para peserta rapat.

Seperti pada saat acara pembukaan penanaman pohon yang belum lama ini digelar. Bupati Jeje dalam Pidatonya bercerita,  Misalnya berawal kata dari setelah saya  menjabat menjadi seorang bupati, terasa bahwa beban dan tanggung jawab sudah tidak bisa dihindari lagi.

Dimana pasca kabupaten pangandaran beberapa kali terkena bencana alam seperti puting beliung, bencana longsor dan banjir bandang terasa pedih dan perih dihati seolah itu semua menimpa diri saya sendri mungkin orang lain tidak bisa merasakannya.

Coba bayangkan, ketika malam tiba dan hujan turun dengan lebat, Dingin kan, enak tidur dengan istri tercinta, itu buat orang lain tapi tidak buat saya, bagi saya hujan lebat adalah petaka dalam hati.

Bayangkan dengan tidak sadar, sering saya mendorong dekapan istri saya, awas sambil menjauhi istri saya.

“kenapa paaaaah, aduuuuh hujan lebaaaaat kata saya, siapa lagi besok masarakat yanh terkena musibah,” ceritanya.

Masih kata bupati, resah hati ini, kesini paaah mamah dingiiiin memohon untuk dikekepin, engga.

Nah. Dengan ungkapan kalimat dan narasi diatas, tidak terasa telah menjadi lawakan yang membuat riuh dan gelak tawanya para audience.

Yang paling menggelikan adalah sang istri bupati sambil celingukan merasa malu dengan tidak disadari diapun tertawa terbahakbahak sambil yaah yaah menahan rasa haru.

Ternyata H Jeje dengan lugunya telah menceriakan dan mampu memukau semua yang hadir.

Bisa disimpulkan, orang yang mampu mengerakan lautan manusia itulah politisi sejati dan fleksibel.

Begitu sepenggal kejadian sebelum Bupati memukul gong tanda gebyar program menanam pohon sekabupaten  dimulai.

disini bupati secara simbolis terlihat sedang menanam pohon, Namun untuk kelanjutannya : sesuai apa yg diharapkan  oleh beliau bahwa:  didaerahnya para camat dan kepala desa harus mampu memberikan contoh kepada masyarakat agar diwilayahnya masing2 harus sudah mulai penanaman pohon bersama dengan masarakatnya. misallnya : disetiap acara penanaman pohon harus didokumentasikan, diphoto kemudian untuk bukti bawa telah melaksanakan penanaman, laporkan bawa photo dan dokumennya kepada bupati.

Yakin kalau itu dilaksanakan bupati akan memberikan rewad. (Anton AS)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru