oleh

Menristekdikti Mohamad Nasir Menghadiri Pertemuan Tahunan BAN-PT

Jakarta, Kicaunews.com — Pemerintah berkomitmen untuk secara sistematis dan terprogram meningkatkan mutu sektor pendidikan tinggi di Indonesia. Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah mengeluarkan beberapa kebijakan dan pengaturan tentang pengendalian

dan penjaminan mutu pendidikan tinggi, yaitu Permenristekdikti No 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi; Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No 32 Tahun 2016 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi, serta Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No 62 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) bersama Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) merupakan institusi yang menurut kewenangan masing masing, merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan mengembangkan Sitem Penjaminan Mutu Ekstemal (SPME) melalui proses akreditasi.

Akreditasi dilaksanakan dengan tujuan untuk:

  1. a) menentukan kelayakan Program Studi dan Perguruan Tinggi berdasarkan kriteria yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi; dan
  2. b) menjamin mutu Program Studi dan Perguruan Tinggi secara ekstemal baik

bidang akademik maupun non akademik untuk melindungi kepentingan mahasiswa dan masyarakat.

BAN-PT bertugas melakukan akreditasi perguruan tinggi, sedangkan akreditasi Program Studi dilaksanakan oleh LAM. Sebelum LAM terbentuk, akreditasi Program Studi dilakukan oleh BAN-PT.

Sesuai Permenristekdikti No 32/2016, BAN-PT terdiri dari dua organ utama, yaitu Majelis Akreditasi yang berfungsi sebagai organ penyusun kebijakan akreditasi dan Dewan Eksekutif yang menjalankan kebijakan dan proses akreditasi. Pada

tanggal 22 September 2016, telah dikukuhkan keanggotaan kedua organ terscbut. yaitu 8 Anggota Majelis Akredxtasi dan 5 Anggota Dewan Eksekutif oleh Menristekdikti. Direktur Dewan Eksekutif adalah ex officio anggota Majelis Akreditasi, Menten Ristek dan Dikti3 juga telah mengangkat Ketua dan Sekretan

Majelis Akreditasi, serta Direktur dan Sekretans Dewar: Eksekudf BAN-PT.

Baca juga :  Naik Peringkat, Kementerian Pertanian Targetkan 2018 Indonesia Bisa Ekspor Jagung

Sampaj dengan tanggal 8 Desember 2016, BAN PT telah mengakreditasii 1.044

perguman tinggi dan 19.011 program studi dengan sebaran peringkat akreditasi.

proses akreditasi oleh BAN-PT sepenuhnya menggunakan Dana APBN. Rata-rata satuan biaya untuk proses akreditasi per institusi 64.300.000, sedangkan rata-rata satuan biaya untuk proses program studi adalah Rp. 30.800.000.

Pada tahun 2016, BAN-PT telah memproses 276 usulan akreditasi perguruan tinggi, dan 3403 program studi.

Dalam rangka meningkatkan etisiensi, akurasi, dan akuntabilitas proses akreditasi, BAN-PT sedang mengembangkan Sistem Akreditasi sistem akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) yang direncanakan akan mulai dioperasikan pada

bulan Mei 2017.

Sistem ini diharapkan juga akan memudahkan perguruan Tinggi dalam penyampaian dokumen akreditasi yang dapat disampaikan secara on line, asesmen, kecukupan dilakukan oleh asesor di tempat asal asesor. Diharapkan dengan penerapan SAPTO satuan biaya proses akreditasi juga akan dapat ditekan hingga 20%.

Pada saat ini, BAN-PT juga tengah mengembangan Sistem Akteditasi Nasional.(SAN) yang akan menjadi pijakan baru untuk proses akreditasi akan menjadi pijakan dalam mengembangkan instrument akriditasi baru amanat Permenristekdikti No 32/2016. Instrumen akreditasi dimaksud akan lebih berorientasi pada output dan out come dari proses akademik di perguruan tinggi. Instrumen akreditasi yang baru direncanakan mulai disosialisasikan tahun 2017, sehingga diharapkan dapat diimplimentasikan sepenuhnya pada tahun 2018.

Demikian release arahan Menristekdikti Mohamad Nasir dalam menghadiri pertemuaan tahunan BAN-PT di Hotel Sari Pan Pacifik Jakarta, (8/12/2016). (Rud)

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru