oleh

Modus Menjual Seragam Muslimah, SDN 2 Karangjaladri di Kabupaten Pangandaran Terindikasi Lakukan Pungli

Pangandaran, kicaunews.com — Meski Bupati Pangandaran Jeje sudah mewanti wanti agar seluruh satuan pendidikan khususnya di lingkungan Sekolah tidak melakukan pungutan dalam bentuk apapun sejak digulirkanya program Pendidikan Gratis di Kabupaten Pangandaran namun ada saja yang mencoba melakukanya.

Seperti yang terjadi di SD Negeri 2 Karangjaladri Kecamatan Parigi, dengan dalih untuk menyeragamkan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan keagamaan orang tua siswa diharuskan membeli seragam muslimah dengan harga Rp. 100.000,- /stel.

Orang tua siswa yang enggan ditulis namanya mengungkapkan keberatanya oleh sebab keterbatasan keuangan “saya keberatan untuk membeli seragam itu karena tidak punya uang, buat makan dan uang jajan anak saja susah dan berat”, katanya.

Satu Orang tua siswa lagi mengatakan, meskipun dengan terpaksa dirinya tetap membeli seragam muslim untuk anaknya namun tidak puas dengan kualitas bahannya,”bahan seragamnya murahan, tidak pantas dihargakan seratus ribu, sekolah nyari untungnnya besar,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi, Kepala SDN 2 Karangjaladri H. Sudar mengatakan pihaknya menolak menjual seragam muslim dengan paksa,” semua atas persetujuan orang tua siswa, bahkan kami menyimpan berita acara saat musyawarah dilaksanakan bersama komite,” katanya,

Dikatakanya, untuk pengadaan seragam apapun termasuk seragam muslim dibenarkan oleh Bupati Pangandaran sesuai rapat yang telah dilakukan sebelumnya.

Disoal tentang hal tersebut bertentangan dengan  Perpres no.87/2016 tentang Satgas Saber Pungli, Sudar tetap beroedoman pada kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran, “kami tetap berpedoman pada kebijakan Bupati yang membolehkan melakukan hal tersebut,” pungkasnya. (Agus)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru