oleh

ACTA Daftar Gugatan Ganti Rugi ke PN Jakarta Utara Atas Ulah Ahok

Jakarta, KICAUNews.com – Kasus hukum yang membelit Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipastikan terus bertambah. 

Pasalnya, hari ini, Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) telah mendaftarkan gugatan ganti rugi atas ulah Ahok ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

“Kami akan daftarkan gugatan ganti kerugian terhadap Ahok yang akan digabungkan dengan perkara pidana dugaan penodaan agama oleh Ahok,” kata anggota ACTA, Habib Novel Bamukmin melalui pesan elektroniknya, Senin (5/12/2016).

Menurut Novel, ulah Ahok yang telah menistakan agama karena menafsirkan surat Al Maidah 51 saat berpidato di Kepulauan Seribu, akhir September lalu, telah menyebabkan kerugian sangat besar terhadap umat Islam.

“Kami juga mendesak agar Ahok secepatnya dijebloskan ke penjara karena sudah berstatus tersangka,” tegas Novel.

Sebagaimana kita ketahui bahwa saat ini publik khawatir dengan keseriusan penegak hukum menjerat Ahok terkait kedekatan Ahok dengan pejabat-pejabat di institusi hukum.

Adapun, tuntutan utama dalam gugatan ini adalah :

1. Menghukum Tergugat untuk membayar ganti kerugian materiil kepada Penggugat sebesar Rp. 204.000.000,- (dua ratus empat juta rupiah).

2. Menghukum Tergugat dalam waktu paling lama 10 (sepuluh) hari sejak putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap memasang iklan 1 halaman penuh di 9 surat kabar nasional dengan redaksi:

Sementara itu, surat permintaan maaf yang harus dituliskan sebagai berikut :

Terkait dengan pidato saya di Kepulauan Seribu tanggal 26 September 2016 yang lalu, Saya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan ini menyatakan :

1. Saya menyesal dan mengakui bersalah secara hukum karena telah menyampaikan kalimat-kalimat, “Karena dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho. Itu hak Bapak Ibu ya. Jadi kalau Bapak Ibu perasaan enggak bisa pilih nih, saya takut masuk neraka dibodohin gitu ya.”

2. Saya akui bahwa saya menyampaikan ucapan tersebut pada poin 1 hanya untuk mendapat dukungan umat Islam di DKI Jakarta pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Saya menegaskan bahwa ucapan saya tersebut pada poin 1 adalah tidak benar karena memang  tidak ada ulama yang membohongi dan membodohi umat dengan menggunakan Surat Al Maidah 51.3. Saya meminta maaf kepada Habib Novel Chaidir Hasan, seluruh ulama dan seluruh umat Islam atas perbuatan saya tersebut dan saya berjanji tidak akan mengulangi. (Tra)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru