oleh

Kepala BPLH Kabupaten Pangandaran : Lingkungan Hidup dan Alam Perlu Adanya Sinergisme Biar Terus Terjaga

Pangandaran, kicaunews.com – Lingkungan dalam hakikatnya sangat penting bagi kehidupan manusia karena didalamnya terdapat mahluk hidup dan mahluk tak hidup yang saling ketergantungan, jika lingkungan hidup tidak terpelihara dengan baik maka akan menyebabkan bencana bagi seluruh penghuninya, seperti bencana alam yang sering terjadi saat ini akibat kurang sinergisnya antara manusia dan lingkungan alam sekitar.

Menanggapi berbagai polemik yang terjadi saat ini terkait penyelamatan lingkungan kawasan hutan dan sungai yang mulai rusak akibat kurang paham nya masyarakat akan fungsi alam dan berbagai dampak yang akan timbul di kemudian hari dari akibat kecerobohan dalam pengelolaan lingkungan alam sekitar, maka dengan sigap BPLH ( Badan Pengendalian Lingkungan Hidup ) kabupaten Pangandaran terus melakukan langkah langkah preventif guna mengatasi hal tersebut sebelum semua kerusakan lingkungan ini semakin parah.

Kepala BPLH kabupaten Pangandaran, Surya Darma, SH menjelaskan,“Lingkungan hidup mempunyai konsep sentral dalam ekologi yang disebut ekosistem, dan mempunyai hubungan antara komponen-komponen yang bekerja secara teratur sebagai suatu kesatuan, jadi tanpa perbuatan atau campur tangan manusia yang berlebihan sesungguhnya siklus alam akan tetap terjaga,

dikarenakan kerusakan oleh alam sendiri, dapat dikembalikan lagi oleh alam secara alami, tetapi jika kerusakan alam itu dilakukan oleh manusia maka akan sulit untuk dikembalikan lagi oleh alam, bahkan tidak akan mampu mengembalikan lagi seperti semula”, ungkapnya.

Ditambahkan Surya Darma pihaknya sekarang sudah membentuk satgas lingkungan hidup yang didalam nya melibatkan para camat juga para kabid dengan tujuan melakukan pengawasan dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Jadi nanti kita bisa membuat deskripsi nya, setelah dilakukan penelitian bersama para satgas lingkungan, tentang layak atau tidak nya wilayah tersebut didirikan bangunan terutama yang berada di sempadan sungai juga terkait pencemaran dan penebangan dikawasan hutan, selanjutnya hasil deskripsi tersebut langsung kami serahkan kepada Bupati”, jelasnya.

Baca juga :  Soal Pemberian Tunjangan Perangkat Pemerintah, Ini Kata Bupati Pangandaran

“Saya sebagaI kepala BPLH akan selalu berkordinasi dengan semua petugas BPLH juga para satgas lingkungan yang ada dilapangan” imbuh Surya.

Salah seorang pengelola body rafting warga Cidahu Batukaras, Rahmat (45), mengatakan siap membongkar bangunan nya yang berada di sempadan sungai Cijulang, Green Canyon bila ada perintah dari instansi terkait atau dari Pemkab Pangandaran.

“Saya sebagai pengelola atau pemilik Body rafting Baraja siap membongkar bangunan punya saya sendiri atas kesadaran sendiri saya sendiri, bila ada intruksi dari dinas terkait demi untuk menyelamatkan dan melestarikan tempat wisata Green Canyon, apalagi saya asli orang Cijulang yang harus bisa memberi contoh yang baik kepada masyarakat”, paparnya.

H.Ayo Sahyo juga mengatakan, ” kita harus bisa menjaga aset wisata Green Canyon jangan sampai tercemar, karena ulah para pengusaha pendatang”, kata H.Ayo tokoh Cijulang.

Juga dikatakan H.Atang Abdul Halim, ” mari kita bersama sama menjaga kawasan wisata di Cijulang jangan sampai tercemar, juga mari kita memperindah wisata Green Canyon yang :berada di alur Sungai Cijulang”, kata tokoh agama kecamatan Cijulang ini. (Ya ya)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru