oleh

Bersih Masjid Gudirian Lampung dan Santri Assidiqiyah 11

Way Kanan, kicaunews.com — Implementasi iman Islam penting dilakukan penganutnya, ujar pengasuh Pesantren Assidiqiyah 11 Assiddiqiyah 11 Kiai Imam Murtadlo Sayuthi, di Labuhan Jaya, Gunung Labuhan, Way Kanan, Lampung, Jumat (2/12).
“Kewajiban agama adalah ahklak, itu yang perlu ditonjolkan. Ahlak akan berdampak positif, karena kepedulian terhadap agama tidak akan tumbuh tanpa ahklak. Adapun amaliah dan fiqhiyah itu cenderung individu,” kata dia selesai membersihkan Masjid Al Amin yang berada sekitar 200 meter dari pesantren.
Menjaga lisan dan bertutur kata yang baik merupakan contoh akhlak yang baik, termasuk berbuat baik kepada ibu dan ayah walaupun keduanya lalim, lau berkata halus dan mulia kepada ibu dan ayah, memiliki sikap malu, pemurah, pemaaf, tawadhu’ dan sikap ar rifq (lemah lembut).
“Kegiatan ini juga bertujuan melatih santri peduli terhadap kebersihan dan memakmurkan masjid, kemudian mengajak masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan masjid, termasuk kewajiban agamanya,” papar Kiai Imam lagi.
Menurut Kiai Imam pula, sebagian masyarakat setempat kecintaannya terhadap agama ada, namun implementasi iman Islamnya masih perlu ditingkatkan. “Membersihkah masjid termasuk implementasi iman Islam. HR Ibnu Majah tegas menyatakan: Barang siapa yang mengeluarkan kotoran dari masjid, maka Allah akan membangunkannya sebuah rumah di surga,” ujar dia lagi.
Kegiatan bekerjasama dengan Gusdurian Lampung tersebut baru pertama kali berlangsung. “Semoga ada dampak positif, tadi ibu-ibu di lingkungan sekitar masjid juga ikut membersihkan bagian halaman. Semoga masyarakat sekitar masjid semakin mempunyai kepedulian terhadap tempat ibadah kita,” kata dia.
Dukungan terhadap kegiatan itu juga diberikan tokoh adat setempat, Saidu. “Antusiasnya sebagai tokoh masyarakat sekaligus tokoh adat sangat kami apresiasi sekali,” tutur Kiai Imam.
Kegiatan berlangsung mulai 06.30 WIB, para peserta kegiatan antusias membersihkan lantai masjid dari kotoran kelelawar dan mencabut rumput di halaman masjid. Setelah itu, santri dan sejumlah penggiat Gusdurian Lampung seperti Supri Iswan dan Gatot Arifianto melaksanakan sholat Dhuha dan ditutup dengan doa bersama pukul 08.00 WIB. (Red)
Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru