oleh

Prodi Akutansi S1 Unpam gelar seminar keuangan gandeng OJk

Tangsel, KICAUNews.com – Program Studi (Prodi) Akuntansi S1 Universitas Pamulang (Unpam) menggelar seminar nasional dan Call For Papers tentang inklusi keuangan di Auditorium Unpam pada Selasa (29/11/2016) kemarin.

Dalam kegiatan tersebut Direktur Direktorat Pengembangan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Eko Ariantoro menegaskan bahwa OJK terus berupaya mengejar target keuangan inklusif.

Didepan ribuan peserta seminar, Eko menuturkan, di Asia Tenggara posisi indeks Inklusi Keuangan Indonesia pada tahun 2014 hanya berkisar 36%. Berbanding jauh dengan Singapura yang mencapai 96% kemudian Malaysia 81% dan Thailand sebesar 78%.

“Kami terus berupaya meningkatkan Indeks Keuangan Inklusif dari 36% menjadi 75% pada 2019 sesuai dengan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang diluncurkan 18 November 2016 oleh Presiden RI, ” kata Eko.

Eko menyebutkan, setidaknya ada empat aspek penting dalam inklusi keuangan. Pertama, akses terhadap lembaga, produk dan layanan jasa keuangan PUJK. Kedua, meningkatnya penyediaan produk dan atau layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

“Ketiga, meningkatnya penggunaan produk dan atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan konsumen atau masyarakat. Keempat, meningkatnya kualitas pemanfaatan produk dan atau layanan jasa keuangan, “ tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua 1 Kompartemen Akuntan Pendidik DPN IAI, Dr. Sekar Mayangsari mengungkapkan financial inclusion pada hakekatnya merupakan seluruh upaya yang bertujuan meniadakan segala bentuk hambatan terhadap akses masyarakat dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan dengan biaya yang terjangkau.

“Upaya tersebut bisa melalui edukasi keuangan, fasilitas keuangan publik, pemetaan informasi keuangan, kebijakan/peraturan pendukung, fasilitas intermediasi dan distribusi serta perlindungan konsumen, ” imbuh Sekar.

Pakar Ekonomi Islam, Prof. H. Muhammad Zilal Hamzah yang juga menjadi pembicara dalam seminar tersebut menegaskan dalam kaitannya dengan sistem ekonomi Islam, tidak boleh ada pemumpukan kekayaan yang berlebihan di tangan seseorang atau konsentrasi ekonomi pada lapisan tertentu.

Baca juga :  Warga Cipete Minta Tanahnya Dibayar Pengembang JORR

“Sistem perekonomian harus diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama dengan diterapkannya produksi dan distribusi yang adil dan merata”, ujarnya.

Sekedar informasi, Call for Papers diikuti oleh peserta dari tujuh belas kampus baik kampus negeri maupun swasta dari berbagai kota di Indonesia.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Yayasan Sasmita Jaya Drs. H. Darsono, Rektor Universitas Pamulang Dr. H. Dayat Hidayat, MM, Wakil Rektor I Drs. H. Buchori Nuriman, MM, Wakil Rektor II Drs. Subarto, M.Pd, Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Ir. Boedi Hasmanto, MS, Kaprodi Akuntansi S1 H.Endang Ruhiyat, SE, MM dan para Rektor serta pimpinan dari 7 perguruan tinggi yang melaksanakan MoU dengan Universitas Pamulang tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi.( Trs )

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

1 comment

Berita Terbaru