oleh

Munarman SH (Komandan GNPF MUI) : KENAPA PEMERINTAH RI LINDUNGI KESALAHAN AHOK

Jakarta, Kicaunews.com — Tiap insan diperlakukan sama didepan Hukum, Kecuali basuki tjahaja purnama alias Ahok, Gubernur DKI yang kesalahannya benderang tersangka Penista Agama Islam pada surat Al Maidah 51 tanpa ditangkap / penjara, tetap bebas liar malah Kampanye Incomben Cagub DKI.

Tak seperti tersangka lainnya seperti Kasus Lia Eden, Gafatar, Arswendo, Usman Roy /Penangkapan HMI mid nigh yang ditangkap dulu baru kumpulkan bukti / diperixa. Bahkan dependen tim penyidik ahli Ahok meringankan agar Ahok lancar Cagub DKI dukungan PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura.

Disetiap tampil umum Ahok ingin di upload yang dikendalikan ITE Pemda DKI yang berpotensi dapat dirubah / dihapus.

Baru 5 menit Ahok tersangka memfitnah 411 /Demo 2, 3 juta umat Islam 4 November 2016 menganggap itu Demo bayaran, Padahal hakekattnya justru Ahoklah pemicu Separatism RI, terbukti solideri Katimin / Kawasan Timur Indonesya yang goblok tak tahu masalah malah bela Ahok bila Ahok ditahan.

Penyakit Ahok merasa seperti Nelson Mandela di Afrika kasus Apartheid / perbedaan warna kulit, yaitu Negri negro dijajah oleh Kulit bule, memenjarakan Tokoh negro

Nelson yang setelah bebas malah mengampuni kesalahan Bule.

Justru Ahok bangsa minoritas Cina menguasai Suku Pribumi Nusantara.

Sulit adili kebohongan Polri yang menzolimi ibu Rahayu Ningsih (Bini M Hidayat) yang mengungguh Copy paste Video 411 dituduh mencemarkan nama baik Kapolri kait UU ITE.

2 mobil Polri mengepung dan menangkap M Hidayat dirumahnya dilingkungan sunyi dengan Surat perintah yang di umpetin baru diserahkan menyusul kemudian dan mamaxa Hidayat membuka Laptop.

Hidayat bukan pelaku perdana dan sudah minta maap sesuai janji Polri akan memaapkan bagi pelaku yang mengaku, namun tetap saja Hidayat dibawa ke Polda beserta Laptopnya.

Baca juga :  Pengamat: Tak Mungkin Sekda BBM ke Ahok Minta Rustam Diberhentikan

Rahayu mencegah agar Polri tak masuk rumahnya tanpa mekanism Pemanggilan 1 dan 2 langsung menahan mem BAP serta membohongi Rahayu bilang sudah menghubungi Kuasa hukum Munarman SH.

Dampak penahan Pekerja Sosial Hidayat, mana tanggung jawab Polri terhadap masyarakat yang tak lagi di urus Hidayat.

Karna bukti Hukum tajam kebawah dan tumpul keatas, tiada pengaruh amanah Reformasi internal Polri dapat dibuktikan via penyidiknya, maka untuk kepastian tegakan Hukum, Kite lanjutkan Demo 3 Bela Islam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majlis Ulama Indonesya / GNPF MUI pada 02 Desember 2016 ba’da Sholat Jumat sepanjang jalan MHT dan Sudirman berpusat di Bunderan HI, tak lagi di Masjid Istiqlal tak cukup tampung sepenuh penduduk Ibukote DKI.

Munarman SH yang Sekolahnye sejak TK sampe SMA Katolik bersama Kapolri Tito Karnivan, Pada Diskusi bertema “ Pasca Ahok tersangka, Apa kata mereka “ dengan Modrator Fadli Nasution bersama Panelis Awi Setyono (Humas Polri), Ahmad Suparji (Cendkiawan PAN), Iwan Gunawan SH (Lawyer), Bursah Zarnubi (PempeKita) diselenggarakan HAPPMI (Himpunan Pengacara Pembela Muslim Indonesya) Pimpinan M Syukur Mandar SH di Warung Daon. Cikini, Menteng, Jakarta, November 2016 * (Mahdi)

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru