oleh

Kadis Kelautan, Pertanian dan Kehutanan Kampanyekan Gerakan Menanam Pohon

Pangandaran, kicaunews.com — Tanda dimulainya program reboisasi penanaman pohon se kabupaten pangandaran  dibukalah dengan  acara pemukulan gong yang dilaksanakan oleh bupati H Jeje Wiradinata kemudian setelah itu semua serentak para SKDP se kabupaten mengambil posisi masing masing dimana mereka kebagian tempat untuk menanam pohon secara simbolis.

Gerakan sosial menanam pohon di Pangandaran terus digalakan. Bahkan, pada kegiatan ke empat kalinya Dinas Kelautan, Pertanian dan Kehutanan (KPK) Kabupaten Pangandaran mengkampanyekan menanam 25 pohon seumur hidup dengan target dua juta pohon tiap tahunnya.

Bupati Pangandaran, menegaskan gerakan menanam 25 pohon seumur hidup tersebut harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya sebatas seremonial saja.

“Keseimbangan alam harus dijaga. Saya harap agendanya dirubah dengan yang lebih mengarah pada kebiasaan masyarakat. Contohnya, pejabat naik pangkat wajib menanam pohon, yang mau nikah juga wajib menanam pohon. Harus dipaksa agar biasa,” tegasnya.

Jeje kembali menegaskan, hal tersebut hanya bersifat intruksi ke SKPD dan pegawai di lingkup Pemkab Pangandaran demi menjaga keseimbangan lingkungan hutan yang bukan untuk dijadikan hutan produksi, tapi konservasi.

“Dengan banyaknya bencana, kita harus introspeksi dan tetap bersyukur. Mari kita tetap menjaga lingkungan dengan membiasakan menanam pohon di lingkungan kita, sehingga keseimbangan ekosistem tetap terjaga,” katanya.

Sementara itu, Kadis Kelautan, Perikanan dan Kehutanan Ir. Adi Nugraha mengatakan, Penanaman pohon ini bersumber dari dana APBD dan APBN. “Kali ini sebanyak 18.750 batang pohon dari berbagai jenis yang kita tanam, seperti albasia, sengon, mahoni, jati dan sebagainya,” saat penanaman pohon di Desa Kedungwulih, Kecamatan Padaherang, Senin (28/11/2016).

Menurutnya, gerakan tersebut lebih efektif karena bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Dengan melibatkan kelompok perkebunan binaan dan masyarkat, penanaman tersebut akan sangat bermanfaat di kemudian hari.

“Bibit pohonnya tidak diperjual belikan. Sebab, pohon ini sebagai upaya reboisasi di daerah yang gersang dan tandus untuk penghijauan lingkungan,” Pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru