oleh

Pancangkan Tekad Mewujudkan Guru Bangsa Untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Jakarta, Kicaunews.com — Yayasan Riyadhatul Ihsan yang menaungi Lembaga Pendidikan Ketauhidan ISAQ Education Center, pada hari ini menyelenggarakan seminar bertema “Pancangkan Tekad Mewujudkan Guru Bangsa Untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” bertempat di Gedung Perpustakaan Nasional Jl. Salemba Raya No.28A Jakarta, sabtu (28/11/2016).

Seminar Nasional diawali dengan kata sambutan dari Ketua Yayasan Riyadhatul Ihsan Ir. Hj. Sandra Sahelangi MBA yang menyampaikan bahwa ketika berbicara tentang cerdas, maka pikiran kita langsung tertuju kepada pendidikan dan sarana pendidikan. Guru Bangsa akan lahir mereka tidak terbatas hanya mengenyam pendidikan formal tetapi dari banyaknya pembelajaran dari sekolah kehidupan, yang merupakan aplikasi secara konkrit, dimulai dari mencari jati diri, dan mengenal diri sampai mengenal Sang Maha.Kuasa.

Siapa yang mengenal dan menjalani sekolah kehidupan dan terus meningkatkan mutu pekerjaannya serta terus memperbagus karya tentu akan disayangi Allah. Huru Bangsa yang hanya mengandalkan otaknya. hanyalah Guru Bangsa dalam kaca mata manusia. Dibangga-bangakan, namun hasilnya hanyalah semu. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Guru bangsa yang sejati membawa sifat 20 Allah dalam mendidik. Tidak akan lahir.sebuah bangsa yang besar, jika didalamnya putera-putera bangsa hanya cerdas secara otak dalam dunia akademis, tetapi tidak cerdas secara sekolah kehidupan.

Acara ini juga menghadirkan nara sumber Direktur Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Tauhid Tunas Sejati DR. rer.nat. Ir. Hj. Krisnani Setyowati. Beliau memaparkan bahwa dalam mewujudkannya.cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, para Guru harus lulus sekolah kehidupan. Sesi ini dipandu Hj. Yuni Budiastuti SE, MBA selanjutnya Marsma TNI (Purn) A.Gani Yusuf, S.IP, Sekretaris Jenderal.Yayasan empat pilar kebangsaan menyampaikan bahwa pembelajaran dari seorang Guru Bangsa harus bersifat universal. Sesi ini dipandu H. Sukardono Utomo BE.

Baca juga :  Pilkada DKI Tamat, Begini Komentar DPP APKLI

Kemudian Bima Himawan Ramantika ST, MM menyampaikan bahwa untuk menjadi Guru Bangsa tidak boleh terputus mata rantainya dengan para Guru Bangsa dalam sekolah kehidupan sesi ini dipandu Ibu Sedardjuningsih.

Semoga pesan-pesan yang disampaikan salam seminar ini, gaungnya mampu mencapai pelosok negeri dan mengingatkan kita semua tentang pentingnya para Guru Bangsa Untuk lulus Sekolah Kehidupan, karena mengenal Sang Pemilik Kehidupan. Kehidupan disini adalah kehidupan yang holistik, yang mencakup seluruh aspek kehidupan, baik lahir.maupun bathin, yang kesemuanya tidak terlepas dari Pancasila, UUD 1945, BhinekanTunggal Ika dan NKRI.

Editor : Rahmat Saleh

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru