oleh

Kasus Korupsi Dana Haji 2011-2012, Aliansi Pemuda Anti Korupsi Demo KPK Segera Periksa Abdul Kadir Karding

Jakarta, kicaunews.com — senin kemarin, 21/11/2016 publik kembali digegegerkan oleh aksi Sekelompok Pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Anti Korupsi (API) yang menggeruduk gedung KPK terkait Belum tuntasnya keterlibatan elit politik yang masih duduk manis di kursi empuk DPR RI atas kasus korupsi Dana Haji tahun 2011-2012 yang dinilai belum tuntas sampai keakar-akarnya. 

API mendesak KPK untuk menangkap Abdul Kadir Karding dari Fraksi PKB yang sampai saat ini masih duduk dikursi DPR RI, lantaran diduga menerima kucuran dana untuk kompensasi ketok palu persetujuan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH ) Tahun 2011-2012 dari bekas Menteri agama, Suryadharma Ali (SDA).

“Kita mendesak KPK memeriksa dan menindaklanjuti atas keterlibatan Abdul Kadir Karding atas dugaan kasus korupsi dana haji pada tahun 2011-2012,” kata koordinator lapangan, Devian saat berorasi di depan gedung KPK.

Menurutnya, KPK wajib memeriksa dan mengusut tuntas keterlibatan anggota Komisi III DPR RI itu yabg sebelumnya Ketua Komisi VIII DPR RI sebagaimana fakta dalam persidangan SDA.

“Tidak ada celah bagi KPK untuk tidak bertindak, karna itu bukti dan fakta. KPK harus segera menangkap Anggota DPR RI tersebut,” tegas Devian.

Devian yang juga Jurubicara massa aksi API dengan tegas meminta KPK mengusut semua kroni-kroni yang terlibat pada kasus korupsi Dana Haji.

“Luka lama yang belum selesai ini jelas menodai NAWA CITA jokowi,” akunya.

Seperti banyak diberitakan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyebutkan SDA telah mengakomodir keinginan pihak Komisi VIII DPR periode 2009-2014 pada penyelenggaraan ibadah haji.

Dimana SDA disebut mengakomodir permintaan Komisi yang membidangi masalah agama itu terkait Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, penyewaan pemondokan, pemanfaatan sisa kuota haji nasional.

Namun SDA membentah, bekas Ketua Umum PPP itu justru menyebut hubungannya dengan Komisi VIII DPR tidak harmonis. “Saya tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan Komisi VIII, hubungan kami buruk, bisa dilihat dari dokumen transkrip rekaman rapat kerja Komisi VIII,” kata SDA membacakan nota keberatan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin 7 September 2015 lalu.

SDA lantas menyebut dia sempat bermasalah dengan Ketua Komisi VIII DPR ketika itu, Abdul Kadir Karding. Menurut SDA, Abdul sempat meminta uang sebagai kompensasi ketok palu persetujuan BPIH.

SDA mengaku tidak mengabulkan permintaan tersebut, dan sempat menyebabkan urusan Biaya Haji itu terkatung-katung. Karena urusan biaya haji terkatung-katung, SDA yang saat itu masih menjabat Ketum PPP langsung mengadu ke koalisi.

“Hubungan buruk itu memuncak pada sekitar tahun 2011 atau 2012, pada saat Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Karding meminta uang 12,5 meter (maksudnya Rp 12,5 miliar) untuk ketuk palu Penetapan BPIH. Kemudian permintaan itu saya dan Sekjen Bahrul Hayat tolak, yang kemudian menyebabkan penetapan BPIH terkatung-katung dan tidak ada kepastian waktu,” kata SDA.

“Oleh penuntut umum saya didakwa mengakomodir keinginan Komisi VIII yang menguntungkan orang lain dan korporasi, sekali lagi hubungan saya buruk (dengan Komisi VIII) karena saya tidak bisa diajak berkompromi.”

SDA kemudian divonis 6 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor. SDA terbukti telah menyalahgunakan uang penyelenggaraan ibadah haji tahun 2010-2013 dan penyelewengan Dana Operasional Menteri (DOM) tahun 2011-2014 di Kementerian Agama.

“Menyatakan bahwa terdakwa Suryadharma Ali secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi. Dengan ini terdakwa dijatuhkan hukuman enam tahun penjara,” kata Hakim Aswijon saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin 11 Januari 2016.

Hingga berita ini diturunkan, saat dikonfirmasi kembali koordinasi aksi Devian mengatakan akan terus mengkawal KPK dalam menindaklanjuti dan mengusut tuntas keterlibatan Abdul Kadir Karding dalam kasus korupsi Dana Haji. Red

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru