oleh

November Ini, 27 Sumur Tua Dusun Bapo di Eksplorasi

Grobogan, kicaunews.com – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Purwa Aksara, bakal mengeksplorasi minyak dari 27 sumur tua di Dusun Bapo, Desa Bendoharjo, Gabus, mulai November ini.

Kapasitas seluruh sumur diperkirakan 270 barel per hari atau 42.930 liter per hari, dengan perhitungan per barel sama dengan 159 liter. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Purwa Aksara, Bambang Pulonggono, mengatakan minyak mentah tersebut dijual kepada Pertamina EP di Cepu, Blora.

Pihaknya telah menjalin perjanjian dengan Pertamina selama lima tahun sejak eksplorasi dijalankan. Pihaknya bertugas mengangkat dan mengangkut minyak mentah dari ladang ke penampungan minyak milik Pertamina di Blora. Pertamina kemudian memberikan imbalasan jasa dan bertugas mengolah minyak mentah. ”Estimasi kapasitas ladang 270 barel minyak per hari untuk 27 sumur. Tetapi kami tidak langsung mengeksplorasi semua sumur. Tahap awal lima sumur dulu. Rencananya, peresmian eksplorasi pada akhir November ini,” ujarnya, Rabu (2/11).

Sumbang Kas Daerah

Dalam naskah perjanjian itu, disebutkan imbalan jasa maksimal per liter yakni Rp 4.160, dikurangi biaya perawatan minyak bumi di Pusat Penampungan Produksi (PPP) Menggung, Cepu, Blora sebesar Rp 35 per liter. Simulasi tarif imblasan jasa di dalam perjanjian itu untuk bulan Maret tahun 2015 sebesar Rp 2.726 per liter. Dengan simulasi dan skema imbalan jasa itu, ladang minyak di tengah hutan Gabus ini menghasilkan dana setiap hari yakni sekitar Rp 117 juta dengan perhitungan jumlah lifting atau kapasitas dikalikan tarif imbalan jasa.

Bila dikalikan jumlah tarif imbalan jasa maksimal, setiap hari menghasilkan dana sekitar Rp 177 juta. Bambang belum dapat menghitung proyeksi pendapatan secara rinci. Tetapi dari potensi di ladang minyak itu, dia memperkirakan nilainya besar, sehingga dapat menyumbang dana ke kas daerah.

Dalam reaktivasi ladang minyak tua ini, pihaknya menggaet investor dari Jakarta yakni PT Moreka. “Investor membiayai seluruh operasional pengurusan izin sampai tahap eksplorasi. Sampai sekarang kami tidak mengeluarkan uang seperpun. Hasil eksplorasi nantinya dibagi dua. Kami 10%, investor 90%,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, di desa tersebut terdapat 45 titik sumur minyak tua. Dari jumlah itu, sebanyak 27 titik layak untuk dieksplorasi. Koperasi Unit Desa (KUD) Widoro Kadang di Gabus pernah mengeksplorasi ladang minyak tersebut, namun kini sudah berhenti.

Sumber : suaramerdeka.com

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru