oleh

Dikejar Ular Besar, Bocah 14 Tahun Tewas Saat Mandi di Kali Angke

Kota Tangerang, KICAUnews.com – Sejak lama kali angke memang sering menelan korban dan dari kebanyakan korbannya berakhir tidak bernyawa.

Terakhir terdengar pada tahun 2009 warga Perumahan Ciledug Indah II yang kala itu sedang memberi makan ternak ayam secara tidak sengaja terpelset lalu terjebur, jasadnya baru diketemukan setelah satu hari dan sudah tidak bernyawa.

Naas kali ini Kiki bocah berumur 14 tahun warga Kampung Poncol RT 10/01 Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, yang harus kehilangan nyawa di kali angke.

Andri Saputra (19) warga Kampung Poncol saat ditemui KICAUnews.com mengatakan, sebelum tengelam Kiki sempat meminta motor kepada Orangtuanya namun karena belum gajian maka disuruh menunggu setelah gajian.

“Karena merasa kelamaan tuh bocah ngomong sama Ibunya, kalau nungguin Bapak gajian nanti keburu mati,” jelasnya, Minggu (20/11/2016) malam.

Sehabis mengatakan itu, Andri memaparkan, Kiki langsung main ke Makam yang memang tidak jauh dari lokasi kejadian dan mengajak kedua temannya untuk mandi di kali angke.

“Nah, langsung buka baju kemudian nyebur, tiba-tiba ada ular besar diikutin akhirnya tengelam,” ungkapnya.

Sementara di tempat terpisah Saksi mata Samsudin (53) mengatakan, ketiga anak tersebut sedang mandi di kali angke dan tiba-tiba ada ular besar.

“Pada saat itu saya usai makan siang di warung nasi yang tidak jauh dari lokasi kejadian, nah kedua temannya ingin menolong namun merasa takut,” jelas udin yang kesehariannya bekerja sebagai pengayuh becak di Perum Pinang Gria Permai.

Dirinya juga mengungkapkan, merasa panik melihat kiki tenggelam, ingin menolong tapi merasa takut, akhirnya kedua temannya berteriak minta tolong.

“Setelah terdengar suara minta tolong, akhirnya warga Kampung Poncol banyak yang datang untuk menolong namun tidak tertolong karena sudah hanyut jauh,” papar Udin.

Baca juga :  Rangkaian Kegiatan Sosial Dalam Kegiatan Oleh PT Iradat Aman Globalindo

Masih dikatakan Udin, warga terus mengejar karena korban yang hanyut masih terlihat timbul dan tengelam.

“Bukan hanya dikejar warga juga ada yang berenang untuk menjaga korban namun tidak ditemukan,” ungkapnya.

Lebih jauh Udin menuturkan, hingga malam sebelum korban ditemukan warga dan Tim SAR terus berjaga dan mencari korban sekira pukul 13.30 WIB akrirnya korban ditemukan.

“Korban berhasil ditemukan oleh petugas SAR di Bendungan Polor Gondrong, tapi sayang warga lebih berani turun ke air kali ketimbang Tim SAR,” pungkasnya.

Hingga berita ini disusun, keluarga korban belum sempat dikonfirmasi guna menghormati keluarga yang sedang berduka. (Tra)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru